Berita Bali
Anggota Komisi VI DPR RI Sumarjaya Linggih Katakan Bali Masih Perlu Wisman Menengah ke Bawah
Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih yang akrab disapa Demer angkat bicara mengenai kebijakan Gubernur Bali, Wayan Koster yang melarang wism
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
“Contohnya okupansi pada hotel di Lovina Buleleng misalnya. Bagaimana dengan okupansi di Tulamben misalnya. Bagaimana okupansi dengan di Candidasa misalnya. Ayo kita lihat. Udah di atas 50 persen belum. Artinya kalau masih di bawah 50 persen, artinya mereka itu sedang engap-engapan dengan investasinya. Mereka sedang berat dengan kondisi investasinya,” sambungnya.
Baca juga: 60 UMKM Denpasar Ikut Kurasi Sambut Wisatawan Tiongkok, Kerajinan dan Oleh-Oleh Paling Dicari
Oleh karena itu mereka yang perlu dibantu oleh pemerintah. Tidak hanya urusan setop atau disetop. Tapi bagaimana mengalihkan distribusi.
"Dan itu adalah kewenangan daripada pemerintah untuk mengaturnya. Kewenangan dari pemerintah untuk memberikan solusi terhadap kondisi yang terjadi, kondisi ekonomi yang terjadi di luar daerah," ujarnya lagi. (*)
Berita lainnya di Berita Bali
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.