Berita Jembrana

Bocah Tenggelam di Negara Jadi Pelajaran, Polisi Tegaskan Semua Orang Tua Harus Fokus!

Kepergian bocah 3,5 tahun saat bermain, dan tercebur di kolam areal Twin Tower Kota Negara, menjadi duka mendalam bagi keluarga.

Istimewa
Ilustrasi tenggelam - Kepergian bocah 3,5 tahun saat bermain, dan tercebur di kolam areal Twin Tower Kota Negara, menjadi duka mendalam bagi keluarga. 

TRIBUN-BALI.COM - Kepergian bocah 3,5 tahun saat bermain, dan tercebur di kolam areal Twin Tower Kota Negara, menjadi duka mendalam bagi keluarga.

Tak hanya itu, juga menjadi pelajaran berharga bagi seluruh orang tua yang ada di dunia.

Bahwa, mendampingi anak saat bermain harus fokus dan tidak bersambilan.

Sebab, jika ada kelalaian bisa berujung fatal.

Baca juga: BREAKING NEWS - Bocah 3,5 Tahun Tenggelam Usai Tercebur di Kolam Twin Tower Negara

Baca juga: Neneknya Sempat Berteriak Histeris, Nyawa Putu Bagus Tak Terselamatkan Setelah Tercebur ke Kolam

Tim INAFIS Polres Jembrana bersama anggota Polsek Kota Jembrana saat melakukan olah TKP di areal kolam sebelah barat Gedung Ir. Soekarno atau Twin Tower Kota Negara, Jumat 16 Maret 2023 sore.
Tim INAFIS Polres Jembrana bersama anggota Polsek Kota Jembrana saat melakukan olah TKP di areal kolam sebelah barat Gedung Ir. Soekarno atau Twin Tower Kota Negara, Jumat 16 Maret 2023 sore. (Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan)

Kapolsek Kota Jembrana, Iptu I Putu Budi Santika, menekankan kepada seluruh masyarakat terutama para orang tua agar tidak lalai, saat mengajak anak bermain.

Pihak orang tua atau keluarga harus fokus saat mengasuh anak, terlebih saat anak masuk kategori masih dalam pengawasan.

"Siapapun orang tua yang mengajak anak masih dalam kategori pengawasan, terlebih di tempat umum agar tetap fokus. Artinya jangan teledor," tegasnya.

Menurutnya, peristiwa yang mengakibatkan seorang anak 3,5 tahun meninggal dunia saat ini diduga karena keteledoran pihak keluarga saat mengasuh.

Ia tercebur ke kolam yang tingginya mencapai 1,5 meter, karena tanpa pengawasan keluarga.

"Peristiwa yang terjadi hari ini kami duga sebagai keteledoran pihak keluarganya. Sehingga agar tidak terulang, semua harus fokus saat mengasuh," tegasnya lagi.

Dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama yang mengajak anak ke areal Gedung Soekarno Kota Negara, agar tidak mendekati kolam.

Suasana di sisi barat areal belakang Gedung Twin Tower Kota Negara, Kecamatan Jembrana, Jumat 17 Maret 2023 sore.
Suasana di sisi barat areal belakang Gedung Twin Tower Kota Negara, Kecamatan Jembrana, Jumat 17 Maret 2023 sore. (Coco)

Sebab, pemerintah sudah menyediakan tempat khusus yakni taman bermain anak yang lokasinya berada di belakang gedung.

Apalagi, pada sisi barat dan timur belum terbangun pagar pembatas, sehingga bisa berpotensi terjadi hal serupa ke depannya.

"Sejatinya sudah diberikan tempat khusus bermain. Tapi karena diduga teledor, anak tersebut justru berlari dan tercebur ke kolam," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved