Berita Klungkung

28 Anak KK Kurang Mampu Ikut Pelatihan Calon Pekerja Migran dan Terapis Spa di Klungkung

Dalam kegiatan tersebut, 20 orang diantaranya mengikuti pelatihan CPMI, sementara 8 orang lainnya mengikuti pelatihan spa.

Tribun Pekanbaru
Ilustrasi spa - Sebanyak 28 anak dari KK kurang mampu, mengikuti pelatihan & sertifikasi kompetensi bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Dan pelatihan berbasis kompetensi spa yang digelar Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Klungkung. Mereka akan menjalani pelatihan selama 6 bulan, sampai nanti benar-benar siap-siap untuk bekerja di luar negeri. Dalam kegiatan tersebut, 20 orang diantaranya mengikuti pelatihan CPMI, sementara 8 orang lainnya mengikuti pelatihan spa. Pelatihan ini dilaksanakan selama 6 bulan, hingga bulan November mendatang. 

TRIBUN-BALI.COM - Sebanyak 28 anak dari KK kurang mampu, mengikuti pelatihan & sertifikasi kompetensi bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

Dan pelatihan berbasis kompetensi spa yang digelar Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Klungkung.

Mereka akan menjalani pelatihan selama 6 bulan, sampai nanti benar-benar siap-siap untuk bekerja di luar negeri.

Dalam kegiatan tersebut, 20 orang diantaranya mengikuti pelatihan CPMI, sementara 8 orang lainnya mengikuti pelatihan spa.

Pelatihan ini dilaksanakan selama 6 bulan, hingga bulan November mendatang.

Baca juga: DPRD Gelar Paripurna Perihal Catatan Strategis & Rekomendasi DPRD Terhadap LKPJ Bupati Karangasem

Baca juga: 28 Anak dari KK Kurang Mampu di Klungkung Ikut Pelatihan Calon Pekerja Migran dan Terapis Spa

28 anak dari KK kurang mampu, mengikuti pelatihan & sertifikasi kompetensi bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dan pelatihan berbasis kompetensi spa yang digelar Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Klungkung.
28 anak dari KK kurang mampu, mengikuti pelatihan & sertifikasi kompetensi bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dan pelatihan berbasis kompetensi spa yang digelar Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Klungkung. (Tribun Bali/Eka Mita Suputra)

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menjelaskan, menurunkan angka kemiskinan masih menjadi prioritasnya.

Pihaknya sangat mengapresiasi pemuda, dan pemudi Klungkung yang mau berjuang untuk keluar dari KK miskin melalui pelatihan CPMI dan terapis spa ini.

"Di usia yang produktif ini, sudah seharusnya mereka semangat berjuang, untuk melepaskan diri dari KK miskin, dan nantinya dapat memberikan masa depan yang lebih cerah kepada anak cucu mereka ke depan,” ungkap Bupati Nyoman Suwirta, Jumat (7/4/2023).

Nyoman Suwirta memastikan, pelatihan yang diberikan nantinya benar-benar sesuai dengan standar kompetensi.

Awal pelatihan bisa saja peserta pelatihan merasa bosan dan menjemukan, namun proses yang dilalui sepadan dengan hasil yang akan didapatkan nanti.

“Saya berharap adik-adik semua tidak terkunci pikiran-pikiran nyaman, sehingga menyerah mengikuti pelatihan. Sekali lagi saya tidak membiarkan mereka nyaman, tapi silahkan nanti lihat hasilnya, sudah ada 19 orang yang berangkat dan sukses keluar dri KK miskin dari kegiatan ini,"motivasi Bupati Nyoman Suwirta.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Klungkung, I Wayan Sumarta menjelaskan, saat ini peluang untuk bekerja ke luar negeri sangat terbuka.

Demikian halnya peminat warga Klungkung untuk berangkat ke luar negeri cukup tinggi.

Namun dirinya mewanti-wanti bagi warga yang hendak berangkat ke bekerja ke luar negeri, untuk lebih teliti dan tidak tergiur dengan iming-iming berangkat cepat dan murah.

Ilustrasi SPA - Dalam kegiatan tersebut, 20 orang diantaranya mengikuti pelatihan CPMI, sementara 8 orang lainnya mengikuti pelatihan spa.
Ilustrasi SPA - Dalam kegiatan tersebut, 20 orang diantaranya mengikuti pelatihan CPMI, sementara 8 orang lainnya mengikuti pelatihan spa. (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

Biasanya kalau jalur resmi, untuk terbit visa kerja ini memang harus menunggu.

Tergantung juga kebijakan di negara tujuan, sehingga butuh waktu untuk terbitnya.

Namun ini yang enggan ditempuh oleh calon PMI.

"Sebaiknya calon PMI untuk berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaaan. Nanti kami arahkan untuk menempuh jalur resmi. Walau harus menunggu, yang penting bekerja dengan aman dan nyaman di luar negeri," jelas Sumarta. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved