Berita Bali

Peserta Keluhkan Soal Tes Sangat Sulit! Masalah Lainnya Nilai Ambang Batas Terlalu Tinggi

Seleksi Computer Assisted Test (CAT) untuk pelamar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tenaga Teknis di lingkup Pemkab Buleleng.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Ist
Sejumlah pelamar PPPK Tenaga Teknis di lingkup Pemkab Buleleng, Bali, saat mengikuti CAT di Kantor Regional X BKN Denpasar beberapa waktu lalu 

TRIBUN-BALI.COM - Seleksi Computer Assisted Test (CAT) untuk pelamar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tenaga Teknis di lingkup Pemkab Buleleng telah selesai dilakukan.

Dari hasil seleksi itu, hanya 73 formasi yang berhasil terisi. Para peserta mengaku soal dalam computer assisted test sangat sulit sehingga mereka mendapatkan nilai yang kecil. Ini yang membuat banyak yang tak lolos.

Kepala Bidang Pengadaan Pemberhentian dan Informasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng, Made Herry Hermawan mengatakan, hasil seleksi CAT sudah diumumkan pada 19 April lalu.

CAT yang dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 3 April itu mulanya diikuti oleh 463 orang untuk memperebutkan 141 formasi yang dibuka. Namun berdasarkan hasil pengumuman dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN), ada ratusan peserta yang dinyatakan tidak lolos karena tidak memenuhi nilai ambang batas kompetensi teknis.

Baca juga: Demam Berdarah Kembali Renggut Nyawa Bayi di Klungkung, Waspada Selama Cuaca Tidak Menentu 

Baca juga: Rumah Tak Layak Huni, Badung Masih Tunggu Dana CSR Bantu Perbaiki Rumah Warganya yang Rusak Berat

Sejumlah pelamar PPPK Tenaga Teknis di lingkup Pemkab Buleleng, Bali, saat mengikuti CAT di  Kantor Regional X BKN Denpasar beberapa waktu lalu
Sejumlah pelamar PPPK Tenaga Teknis di lingkup Pemkab Buleleng, Bali, saat mengikuti CAT di Kantor Regional X BKN Denpasar beberapa waktu lalu (Ist)

Ada juga peserta yang tidak hadir dalam CAT. Dengan demikian hanya ada 73 formasi yang dinyatakan berhasil terisi. Dalam CAT itu, peserta menjawab soal terkait kompetensi teknis yang dilamar, manajerial, sosio kultural dan wawancara.

"Hampir setengah formasi yang dibuka tidak terpenuhi. Sebagian besar peserta tidak lolos karena (nilai) ambang batas terlalu tinggi. Menurut beberapa peserta juga soal yang dikerjakan saat CAT sulit sehingga nilai-nilai mereka kecil," katanya, Senin (1/5).

Setelah pengumuman hasil seleksi, BKPSDM Buleleng selanjutnya memberikan kesempatan kepada peserta yang tidak lolos untuk mengajukan sanggahan selama tiga hari terhitung pada 27 hingga 29 April.

Tercatat ada 31 peserta yang mengajukan sanggah. Panitia seleksi daerah pun akan segera menjawab sanggahan tersebut hingga 6 Mei mendatang. "Nanti akan diberikan jawaban atas sanggahan yang diajukan, termasuk akan diputuskan apakah sanggahannya diterima atau tidak," ucapnya

Sementara itu, Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabanan telah mengusulkan 1.044 formasi tenaga kesehatan (nakes) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Usulan tersebut telah disampaikan Kementerian PAN-RB.

Tahap memasukkan atau unggah data telah berakhir bulan April kemarin. Usulan PPPK nakes ini akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan di Tabanan yang berstatus kontrak. Jumlah 1.044 itu merupakan jumlah yang diperlukan sesuai analisa dari Dinas Kesehatan Tabanan.

Kepala BKPSDM Tabanan, I Made Kristiadi Putra mengatakan, rekrutmen rencananya dilaksanakan Agustus 2023 mendatang. Kata dia, semangat dalam rekrutmen kali ini adalah mengurangi jumlah tenaga kesehatan yang berstatus kontrak di Tabanan.

Kristiadi mengaku mempunyai misi agar tenaga honorer bisa diangkat menjadi PPPK. “Ya jadi supaya bisa mendapatkan kesempatan diangkat menjadi PPPK," paparnya. (rtu)


Sisa Kuota PPPK Guru di Bangli

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bangli, I Made Mahindra Putra menyampaikan, pengumuman hasil seleksi PPPK guru sudah keluar dan penempatan sudah keluar. "Total ada 58 orang (yang lolos)," ujarnya.

Ia menyebutkan, 58 orang merupakan rombongan rekrutmen PPPK tahun 2022 lalu. Saat itu Bangli mendapat kuota PPPK guru sebanyak 846 orang. Walau demikian kuota tersebut belum seluruhnya terisi, masih ada sisa 338. Untuk pengisian sisa kuota, Mahindra mengaku masih menunggu dari Pemerintah Pusat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved