Kasus Bule di Bali

Cok Wah Akan Perketat Pintu Masuk Stage Puri, Pasca WNA Jerman Telanjang

Meski dinilai mengotori kesucian. Namun Cok Wah sapaannya, tidak mau memperpanjang persoalan bule yang telanjang bulat di atas stage.

Istimewa
Tangkapan layar video viral wanita WNA berjalan telanjang dalam acara pentas tari di sebuah puri di Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Tjokorda Ngurah Suyadnya alias Cok Wah, menjelaskan, pementasan kesenian reguler atau tontonan seni, sudah berlangsung di Puri Saraswati Ubud miliknya, sejak puluhan tahun silam.

Namun baru kali ini terjadi hal demikian, yaitu WNA telanjang bulat di atas stage.

Meski dinilai mengotori kesucian. Namun Cok Wah sapaannya, tidak mau memperpanjang persoalan tersebut.

Baca juga: Kronologi Bule Jerman Telanjang di Ubud, Kapolsek Ubud: WNA itu Sempat Ribut dengan Petugas Tiket


Sebab, ia menilai, apa yang dilakukan oleh WNA tersebut, terjadi di luar kesadaran.

"Tidak melanjutkan ke proses hukum. Karena situasi dan kondisinya seperti itu. Kita semua pasti tak berharap seperti itu. Itu kan dilakukan di luar kesadaran dia (WNA)."

"Karena depresi atau bagaimana. Sayapun yakin, kalau dia tidak sakit, dia tidak akan melakukan hal demikian," ujar Cok Wah saat dihubungi via telepon, Kamis 25 Mei 2023.

Baca juga: Bule Jerman Melalung di Ubud Disebut Sering Jalan Telanjang di Area Vila & Tak Mau Bayar Penginapan


Cok Wah mengatakan, secara kepercayaan Hindu, yang dilakukan WNA itu telah menodai kesucian.

Terlebih lagi pintu yang dibuka paksa oleh WNA itu adalah pamedal pura.

Bahkan penari yang pentas juga tidak lewat pintu tersebut. Sebab hanya digunaan sebagai pintu keluar masuk, Ida Bhatara atau benda sakral.

Baca juga: Imigrasi Bali Dalami Kasus Bule Jerman Melalung & Menari Saat Pementasan Seni di Ubud Bali

Dalam mengembalikan kesuciannya, pihaknya telah menggelar upacara pecaruan.


"Waktu itu juga, usai kejadian langsung diupacarai, dipimpin oleh pemangku. Tapi masih pecaruan alit. Namun kebetulan tanggal 3 Juni ini odalan di sana. Saat itu kita tingkatkan upacaranya, pecaruan, guru piduka, dan sebagainya," ujar Cok Wah. 

Baca juga: Bule Jerman Melalung di Ubud, Alami Gangguan Jiwa Mendadak, Simak Beritanya


Cok Wah juga mengatakan, pihaknya akan menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi.

"Langkah ke depan. Kita lebih selektif, serta meningkatkan penjagaan. Berpuluh tahun pementasan itu berlangsung, baru kali ini terjadi hal seperti itu. Harus kita jadikan bahan evaluasi," tandasnya. (*)

 

 

Berita lainnya di Bule Telanjang

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved