Berita Buleleng
WASPADA! Masyarakat Diminta Tidak Konsumsi Daging Babi Mentah, Ini Kata Pemkab Buleleng
Pemkab Buleleng mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak memakan daging babi secara mentah.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Meski menyantap lawar getih (darah), sudah menjadi tradisi masyarakat Bali.
Pemkab Buleleng mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak memakan daging babi secara mentah.
Hal ini menyusul adanya dua warga yang positif meningitis babi, atau meningitis Streptococcus Suis (MSS).
Sekda Buleleng, Gede Suyasa, mengatakan sebagai bentuk antisipasi petugas surveilans dari Dinas Kesehatan Buleleng, telah ditugaskan untuk melakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak mengonsumsi daging babi atau darah babi secara mentah.
Selain itu, bila ada babi yang mati mendadak agar segera dikubur dan tidak dijual.
Baca juga: Kuasa Hukum Inara Rusli Minta Virgoun Menjauh 10KM dari Rumah, Hingga Singgung Soal Jual Aset
Baca juga: Ari Wibowo Tak Bela Inge Anugrah Soal Tudingan Punya Pria Simpanan, Tanda Sudah Tak Peduli Lagi

"Masalahnya kalau dijual dengan harga murah, mungkin ada saja yang beli. Padahal dagingnya mungkin sudah tidak sehat, dan dikhawatirkan terjangkit bakteri Streptococcus Suis.
Jadi upaya dari kami tinggal memberikan edukasi saja, ke masyarakat agar berhati-hati mengonsumsi daging babi. Harus dimasak hingga matang," katanya.
Sementara dari sisi penanganan pasien yang terserang penyakit MSS, telah dilakukan oleh petugas kesehatan di RSUD Buleleng sesuai SOP.
RSUD juga telah menyiapkan 14 bed khusus untuk menangani pasien MSS. Ditambahkan Suyasa, pihaknya juga telah menugaskan Dinas Pertanian Buleleng, untuk mengambil beberapa sampel daging babi yang ada di daerah kasus MSS dan kawasan yang berpotensial menyebarkan MSS.
Terpisah Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Made Sumiarta menyebut babi yang terserang bakteri Streptococcus Suis yang menjadi penyebab MSS ini memang tidak memiliki gejala signifikan.
Babi hanya akan terlihat lesu dan tidak mau makan. Dari hasil pantauan sejauh ini kata Sumiarta tidak ada babi yang mengalami gejala lesu dan tidak mau makan.

Namun demikian, Sumiarta mengimbau kepada para peternak untuk segera melaporkan apabila ada babi yang mengalami gejala lesu dan tidak mau makan.
Babi masih dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotik dan vitamin, hal ini pun akan diberikan secara gratis oleh Distan Buleleng sebagai upaya pencegahan MSS.
"Jangan langsung dipotong dan dijual, karena kalau masyarakat mengonsumsi daging atau darahnya secara mentah itu lah yang menyebabkan MSS.
Masyarakat harus lapor kalau ada babinya yang sakit karena bisa disembuhkan," jelasnya.
Sementara pemantauan di rumah potong hewan, Sumiarta mengaku sudah melakukannya di wilayah Seririt dan sejauh ini belum ada babi yang dinyatakan terpapar bakteri Streptococcus Suis.
Saat ini populasi babi di Buleleng mencapai 49 ribu ekor lebih.
Sebelumnya diberitakan RSUD Buleleng, saat ini merawat dua pasien yang positif terkena penyakit meningitis babi atau meningitis Streptococcus Suis (MSS).
Kedua pasien tersebut berasal dari Kecamatan Sawan dan Kecamatan Buleleng.
Dokter Spesialis Neurologi RSUD Buleleng, Luh Putu Lina Kamelia, ditemui Senin (29/5/2023) mengatakan, sejatinya total ada delapan pasien yang dirawat oleh pihaknya dengan gejala mengarah pada MSS.
Sebagian besar merupakan warga asal Kecamatan Sukasada, dengan rentangan usia 38 hingga 62 tahun.
Ke delapan pasien itu diterima sekitar seminggu yang lalu, dengan keluhan demam, nyeri kepala dan kaku pada leher.
Bahkan satu pasien diantaranya mengalami penurunan kesadaran, sehingga harus dirawat intensif di ruang ICU.
Dari ke delapan pasien itu, dua diantaranya sudah dinyatakan positif terserang MSS, hal tersebut berdasarkan hasil mikrobiologi klinik.
Sementara enam pasien lainnya, hasil mikrobiologi kliniknya belum diterima.
Dokter Kamelia menyebut, ke delapan pasien ini rata-rata memiliki riwayat sempat mengonsumsi lawar getih (darah babi mentah) dan kuah komoh (kuah daging babi mentah) saat hari raya Pagerwesi. (*)
Partai Buruh Sampaikan Enam Tuntutan ke Pemkab Buleleng, Salah Satunya Hapus Outsourcing |
![]() |
---|
Seorang Pegawai Minimarket Meninggal Usai Tabrak Truk di Buleleng Bali, Alami Cedera Kepala Berat |
![]() |
---|
SALING LAPOR Antara Perbekel Selat dan Ni Wayan Wisnawati di Buleleng Berakhir Damai |
![]() |
---|
Raih Medali Emas, Tiga Atlet Woodball Harumkan Nama Buleleng Bali di Kancah Internasional |
![]() |
---|
Tabrak Lari di Buleleng Bali, Deva dan Wahyu Diturunkan di Pinggir Jalan, Korban Dirawat Instensif |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.