Berita Jembrana
Lapangan Dauhwaru Batal Jadi Tempat Relokasi Pedagang Pasar Umum Negara di Jembrana Bali
Lapangan Dauhwaru batal jadi tempat relokasi pedagang Pasar Umum Negara di Jembrana, Bali, relokasi akan dimulai pada akhir Juli 2023.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Kartika Viktriani
NEGARA, TRIBUN-BALI.COM - Lapangan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana batal menjadi tempat relokasi pedagang Pasar Umum Negara serangkaian rencana revitalisasi pasar tahun ini.
Tempat relokasi bakal menggunakan areal parkir Kantor Bupati Jembrana.
Salah satu faktornya adalah karena penolakan warga untuk mengunakan lapangan sebagai tempat relokasi.
Kemudian ada juga pertimbangan aktivitas jual beli di pasar tidak menganggu arus lalulintas di wilayah kota Negara.
Sementara untuk tempat relokasi lain masih menggunakan Pasar Ijogading.
Yakni untuk pedagang emas karena pertimbangan keamanan, serta pedagang senggol yang sebelumnya berdagang di areal central parkir.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Jembrana, I Komang Agus Adinata mengatakan, rencana relokasi pedagang ke Lapangan Dauhwaru dibatalkan dengan berbagai pertimbangan.
Diantaranya, pertimbangan kondisi arus lalulintas, kemudian penggunaan lapangan untuk kegiatan olahraga masyarakat masih padat kemudian juga untuk efisiensi anggaran pemerintah.
Dia melanjutkan, areal parkir kantor Bupati Jembrana dinilai cukup memadai untuk menampung pedagang Pasar Umum Negara.
Baca juga: Paguyuban Warga Pasar Umum Negara Mesadu ke Dewan, Keluhkan Soal Rencana Revitalisasi Pasar
Berbagai fasilitas penunjang pun tersedia mulai dari listrik, toilet sampai ke lokasi parkir yang cukup luas.
"Karena berbagai pertimbangan, terutama lalulintas. Jika di sana (Dauhwaru) kemungkinan mengganggu lalulintas, jadi diminimalisir. Kemudian untuk kapasitas juga memadai, di areal parkir kantor Bupati itu nanti bisa untuk 500-an pedagang," jelasnya.
Kemudian, kata dia, untuk tempat relokasi di Pasar Ijogading masih tetap.
Tapi, untuk di Ijogading khusus pedagang perhiasan untuk memberikan keamanan lebih bagi pedagang perhiasan.
Termasuk juga pedagang di senggol nanti akan di areal luar Pasar Ijogading.
"Seluruh jenis pedagang dapat kita tampung di sini, kecuali pedagang Emas kita fokuskan di pasar ijogading," pungkasnya.
Disinggung mengenai target mulai relokasi, Agus Adinata mengakui bahwa sebelum Agustus 2023 sudah mulai dipindah.
Intinya, setelah proses tender atau lelang selesai, semua proses dimulai.
"Setelah proses lelang selesai, mungkin di pekan ketiga bulan Juli akan mulai relokasi. Kami harap berjalan lancar dan aman. Kami juga masih akan melakukan beberapa pembahasan," tandasnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.