Pilpres 2024
PDIP Respon Memanasnya Hubungan Koalisi Perubahan antara Demokrat dan NasDem, Sebut Soal Ambisi
Politikus Senior PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno merespon soal memanasnya hubungan KPP antara Partai NasDem dan Partai Demokrat.
Menurutnya, nama bakal cawapres pendamping Anies Baswedan sudah ada di kantong.
Selanjutnya, kata dia, pengumuman nama pendamping Anies Baswedan tersebut tinggal menunggu momen waktu yang tepat.
Baca juga: Respon AHY soal Namanya Masuk Bursa Cawapres PDIP di Pilpres 2024: Demokrasi adalah Ruang Bebas
"Tidak ada yang paksa memaksa, yang ada mengusulkan."
"Jadi suasana demokrasi itu kebersamaan itu dilihat dari banyak sisi, daya dukung suaranya dan lainnya," ungkap Aboe di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat.
"Nanti pada pertemuan terakhir akan muncul namanya, sudah di kantong tinggal keluar. Nanti kita lihat pada waktunya," papar dia.
Mengenai permintaan Demokrat untuk segera umumkan cawapres Anies, Aboe berujar hal itu bukan sebuah desakan.
"Bukan mendesak kita berharap ada sebuah keputusan bersama, lebih cepat semakin bagus."
"Tapi cepatnya itu sesuai dengan situasi politik kita," imbuhnya.
Demokrat Sebut AHY Memenuhi Bacawapres Anies Baswedan
Partai Demokrat terus berupaya agar Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ditunjuk menjadi bakal cawapres.
Ketua Bappilu Demokrat, Andi Arief, mengklaim partainya sudah menemui 6 orang yang menjadi kandidat bakal cawapres Anies Baswedan.
"Saya sebagai Kabapilu menerima aspirasi masyarakat dan memperhatikan survei telah merangking 6 figur yang potensial mendampingi Pak Anies berdasarkan persyaratan piagam koalisi dan soal-soal di luar itu."
"Nama-nama mereka hampir semua masuk radar survei," ujarnya kepada wartawan, Jumat.
Hasilnya, Andi Arief mengklaim tidak ada satupun figur yang memenuhi persyaratan menjadi bakal cawapres Anies.
Menurutnya, hanya AHY yang telah memenuhi persyaratan.

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.