Pemilu 2024
Megawati Tahan Air Mata, Kenang TK Saat Menutup Rakernas PDIP
Megawati Tahan Air Mata *Kenang TK Saat Menutup Rakernas PDIP *Perintahkan Caleg Kampanyekan Ganjar ke Pelosok
JAKARTA, TRIBUN-BALI.COM - KetuM PDIP Megawati Soekarnoputri menahan air matanya di hadapan ratusan kader yang mengikuti penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ketiga PDIP, Kamis (8/6).
Hal ini terjadi ketika Megawati mengenang bahwa Kamis (8/6), suaminya, almarhum Taufiq Kiemas, tepat 10 tahun lalu menghembuskan napas terakhir.
Mulanya, Megawati baru selesai menyampaikan agar kader PDIP wajib memenangkan Pemilu 2024. Kemudian, ia mengucap terima kasih atas kerja para kader dalam menyiapkan Rakernas Ketiga PDIP.
"Akhirnya pada kesempatan ini juga, saya mengucapkan banyak terima kasih, atas rencana anakku semua," ucap Megawati yang mulai menahan air matanya sembari menyeka wajahnya, di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (8/6).
Sesudah itu, suasana sempat hening sejenak menunggu Megawati kembali siap berbicara.
Megawati pun melanjutkan pidatonya. Ia meminta maaf kepada kader PDIP karena melihatnya menangis.
Megawati pun menjelaskan alasannya terlihat menahan air mata.
"Maaf, karena pada tanggal ini, adalah almarhum Bapak Taufiq Kiemas (TK) akan berumur meninggalkan kita bersama tepat 10 tahun," ucap Megawati terisak.
Setelah itu, Presiden kelima RI ini mengenang bagaimana Taufiq Kiemas semasa hidup. Kata dia, Taufiq adalah orang yang selalu bersemangat dalam bekerja.
"Kita tahu beliau itu orang yang selalu semangat," kata Megawati diiringi tepuk tangan kader PDIP dan memekikkan salam merdeka.
Baca juga: Polda Bali Akan Terbangkan Stephane Gagnon ke Australia, Dikawal Tiga Personel
Megawati menambahkan, Taufiq juga sosok yang menjadi teladan bagi siapapun. Taufiq, kenang Mega, juga selalu merangkul dan mencari solusi terhadap setiap persoalan.
"Dan selalu membuat terbuka tangannya untuk menolong siapapun yang membutuhkannya," tutur Megawati.
Terakhir, Megawati menjelaskan bahwa Taufiq Kiemas telah meninggalkan legasi bagi bangsa dan negara Indonesia.
Legasi itu, lanjut dia, tegaknya empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Pancasila, Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Bhineka Tunggal Ika dan keutuhan NKRI," beber Megawati yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.