Temuan ‘Bunker’ Narkoba di UNM, 5 Orang Diamankan, Pihak Kampus Dorong Polisi Usut Tuntas
Sebelumnya diberitakan bahwa ada temuan bunker narkoba di salah satu kampus ternama di Makassar pada 8 Juni 2023 lalu.
TRIBUN-BALI.COM – Temuan ‘Bunker’ Narkoba di UNM, 5 Orang Diamankan, Pihak Kampus Dorong Polisi Usut Tuntas
Sebelumnya diberitakan bahwa ada temuan bunker narkoba di salah satu kampus ternama di Makassar pada 8 Juni 2023 lalu.
Pada awal penemuan, nama kampus tersebut belum bisa diekspos secara umum ke publik.
Karena masih akan penyelidikan lebih dalam mengenai kasus ini.
Namun kini teka-teki mengenai lokasi penemuan bunker narkoba akhirnya terungkap.
Dilansir dari TribunMakassar, lokasinya berada di Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (FBS UNM) sektor Parangtambung Jalan Mallengkeri Kota Makassar.
Dalam satu pekan terakhir ini, FBS UNM jadi perhatian publik.
Pertama karena menjadi sasaran penyerangan dan pembakaran oleh orang tak dikenal pada Minggu 4 Juni 2023 dini hari.
Akibat penyerangan itu, sejumlah fasilitas di dalam kampus dirusak hingga dibakar.
Panggung Daeng Pammatte Bengkel Sastra untuk kegiatan pementasan mahasiswa dibakar.
Sementara kaca gedung perkuliahan DG dan DH dipecahkan.
Beberapa hari berselang, pada Kamis 8 Juni 2023 publik dihebohkan dengan penemuan Polda Sulsel soal bunker narkoba dalam kampus ternama Makassar.
Baca juga: Buntut Oknum ASN Tersandung Kasus Narkoba, Dewan Jembrana Minta Pemerintah Tes Urine Semua Pegawai
BNN Provinsi Sulawesi Selatan Turun Tangan
Terkait penemuan ‘bunker’ narkoba oleh polisi ini, akhirnya Personel Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan (BNNP Sulsel) akhirnya turun tangan.
Pada hari Minggu 11 Juni 2023 malam, personel BNNP Sulsel mendatangi Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (FBS UNM), Jl Malengkeri Raya, Makassar.
Berdasarkan informasi yang diperolah dari TribunMakassar, sebanyak sepuluh mobil memasuki kampus.
Sayangnya, wartawan tidak diperbolehkan masuk melihat kegiatan dilakukan.
“Kurang lebih sepuluh mobil. Iya, ada juga dari BNN,” kata petugas keamanan yang berjaga di gerban masuk FBS UNM.
Kedatangan polisi bersama petugas BNN itu terkait temuan bunker narkoba dalam kampus.
Sebutan ‘Bunker’ Hanya Konotasi
Meski sebelumnya, Wakil Rektor III UNM Prof Andi Muhammad Idkhan membantah temuan tersebut.
Sebab, pihaknya mengaku telah mengecek lokasi dan hanya menemukan brankas yang ditanam di bawah lantai.
Pihak Polda Sulsel juga membantah ada bunker narkoba di Kampus UNM.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana mengatakan, penyebutan bunker narkoba itu hanya konotasi.
“Itukan bukan bunker, itu hanya konotasi saja,” katanya, Sabtu 10 Juni 2023.
Kata dia, disebut bunker narkoba karena saat ditemukan rekap transaksi narkoba tersebut disimpan dalam box.
“Itukan ditanam dengan menggunakan safety box, tas ada barang di dalam kamar,” ujarnya.
Baca juga: Membongkar Jaringan Narkoba Besar di Klungkung, 3 Tersangka Kompak Mengaku Tak Tahu Beli dari Siapa
Pihak Kampus Minta Polisi Usut Tuntas

Dalam temuan itu, lanjut Komang, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel sudah mengamankan lima orang.
“Untuk sementara diamankan ada lima orang,” katanya.
Pernyataan bunker narkoba dalam kampus akan diselidiki pihak UNM.
Pasalnya, pernyataan temuan bunker itu mencoreng nama baik UNM.
Terlebih, pihak kampus telah memastikan temuan itu bukan bunker, tapi brankas bawah lantai.
“Karena ditakutkan ada hal-hal yang akan mengganggu kebijakan kami. Setelah kami melakukan penyisiran, tidak ada yang kami temukan,” Idkhan menambahkan.
Prof Idkhan berharap oknum yang menyebut adanya bunker narkoba itu segera ditemukan.
“Ini juga perlu dipertegas apakah ada oknum sengaja mencemarkan nama baik universitas. Itu juga akan kami lakukan penyelidikan di kampus. Mudah-mudahan itu kita bisa dapatkan juga, siapa melakukan itu,” katanya.
Dalam kasus itu, polisi menangkap lima orang terkait temuan bunker dalam kampus UNM, bukanlah mahasiswa aktif.
“Informasi lima orang diamankan, memang ada yang diamankan. Setelah kami memantau mereka bukan mahasiswa UNM. Dia alumni UNM, tapi dalam kapasitas pemberitaan yang mengatakan mereka mahasiswa itu tidak benar,” kata Prof Idkhan.
Namun demikian, Prof Idkhan mendorong kepolisian mengusut kasus itu hingga tuntas dan jika saja ada mahasiswa aktif terlibat, pihaknya mengaku akan mengambil tindakan tegas.
“Kita menunggu juga informasi dari pihak kepolisian, kira-kira kalau dia melakukan pengembangan misalkan, kita tidak menutup kemungkinan apakah ada mahasiswa yang terlibat. Jika ada mahasiswa, maka pihak kampus akan memberikan dan melakukan pemecatan,” katanya.
Ia menyatakan, brankas di bawah tanah atau di bawah lantai, kata Prof Idkhan berada di dalam sekretariat mahasiswa yang sudah tidak terpakai.
“Luasnya itu saya tidak tahu persis, cuman kalau saya lihat itu lantainya sekitar 40x40 centimeter,” katanya.
Baca juga: Polda Bali Ungkap Jaringan Narkoba Rusia-Uzbekistan, 6 WNA dan 1 WNI Terlibat
Sebanyak 3kg Narkoba Telah Beredar
Oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel sudah ada sekira 3 kilogram narkoba beredar.
Hal itu dibenarkan Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel Kombes Pol Dodi Rahmawan seusai memusnahkan barang bukti di Markas Polda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Kamis 8 Juni 2023 lalu.
Bunker itu, kata Dodi menyerupai brankas khusus untuk penyimpanan narkoba.
Hal itu terungkap dari hasil penyelidikan sementara dilakukan jajarannya.
“Bunkernya, brankas penyimpanan barang bukti dan transaksi. Sejauh ini menurut pengakuan terakhir, sudah masuk 3 kilogram karena sudah beredar cukup lama,” katanya.
Namun demikian, Dodi masih enggan menyebutkan nama kampus ternama di Makassar tersebut.
Ia beralasan, pihaknya masih melakukan pengembangan.
“Kampusnya, kita belum bisa katakan. Sementara belum bisa disebutkan. Yang jelas kita sudah temukan di Makassar,” katanya.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel Kombes Pol Dodi Rahmawan menyebut ada aktor dibalik temuan bunker narkoba dalam kampus ternama di Makassar.
Pihaknya berjanji akan mengejar para pelaku yang terlibat, termasuk aktor utamanya.
“Saya yakin pasti ada aktor dibalik itu. Kita akan kejar, siapa di belakang semuanya ini,” katanya.
Untuk itu, Dodi berharap pihak kampus dapat bekerja sama dengan kepolisian untuk mengungkap kasus itu.
Sebab, temuan bunker di dalam lingkungan kampus itu sangatlah miris.
“Saya berharap pihak kampus jangan gerah, jangan lantas under estimate. Justru kita merapatkan barisan, mengidentifikasi mahasiswa-mahasiswa atau komponen sivitas akademika yang terindikasi,” jelasnya.
Oleh polisi, temuan bunker narkoba itu secara massif.
Bahkan, polisi menemukan catatan transaksi barang haram tersebut.
“Peredarannya ini sangat masif dan ini sangat miris karena ada bunker. Bahkan ada buku rekapnya, ada penyalurannya,” kata Kombes Pol Dodi Rahmawan.
Temuan itu, kata Dodi sangatlah memprihatinkan lantaran beredar di dalam sarana pendidikan.
“Tapi yang jelas ini lah mirisnya kondisi yang kita hadapi.
Di dalam area kampus yang seyogyanya itu untuk pendidikan, untuk menunjukkan prestasinya di dunia pendidikan justru dijadikan marketing (narkoba),” ujarnya.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul UNM Usut ‘Bunker' Narkoba,
Prayoga dan PRKP Lakukan Pemerasan, Ngaku Sebagai Anggota Polda Bali, Pukul Pipi dan Perut Korban |
![]() |
---|
Jadwal Bali United 2025/2026 dan Jelang Lawan Persik Kediri, Ricky Fajrin Beber Kekurangan Ini |
![]() |
---|
Penyelundupan Narkotika Kartel Amerika Diwaspadai, Pengawasan Bandara Ngurah Rai Diperketat |
![]() |
---|
VIDEO Pasangan Ngaku-ngaku Jadi Petugas BNN, Rampas HP dan Uang Tunai Korban di Denpasar Bali |
![]() |
---|
1 Polisi Terjaring Operasi Gabungan Narkoba di Bali, Kepala BNN RI Buka Suara, Diperiksa Propam |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.