Berita Klungkung

Cerita Warga Klungkung Kesulitan Air Bersih, Begadang Semalaman, Sehari Dapat Air 5 Ember

Cerita Warga Klungkung Kesulitan Air Bersih, Begadang Semalaman, Sehari Dapat Air 5 Ember

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Fenty Lilian Ariani
Eka Mita Suputra
Warga di Tempek Dangin Sabang Desa Besan, mencari air bersih di tandon yang merupakan bantuan dari Polres Klungkung, Jumat (16/6/2023). Selama ini wilayah tersebut mengalami kesulitan air bersih. 

SEMARAPURA,TRIBUN-BALI.COM - Nengah Suarti (50) berjalan kaki sejauh sekitar 50 meter, sembari membawa galon untuk mengambil air di tandon yang telah disediakan di Depan Balai Suka Duka di Tempek Dangin Sabang di Dusun Kanginan, Desa Besan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Jumat (16/6/2023). Sudah bertahun-tahun, Nengah Suarti dan warga lainnya di Tempek Dangin Sabang kesulitan air bersih.

Sudah bertahun-tahun, warga setempat kesulitan air bersih karena sampai saat ini tidak mendapat layanan sambungan Perumda (PDAM) Panca Mahottama Klungkung. Nengah Suarti dan warga lainnya selama ini mengandalkan dua sumur alami yang lokasinya berada di Tempek Dangin Sabang.

"Saya harus dini hari sudah bangun untuk cari air di sumur, saya jalan kaki bawa senter. Karena biasanya harus antre cari air di sumur," ujar Nengah Suarti. 

Dalam sehari, paling banyak Nengah Suarti hanya mendapatkan air bersih 5 ember selama mengantre di rumur.

Itupun hanya cukup untuk memasak. Jika musim kemarau, kondisinya bisa semakin sulit. Karena debit air di sumur itu biasanya akan berkurang saat musim kemarau.

"Sehari paling dapat air 5 ember, itupun hanya untuk masak. Kalau mandi dan mencuci baju, saya dan keluarga bisa sampai ke sungai di Punduk Dawa (Desa Pesinggahan)," ungkap Suarti.

Kondisi seperti itu dialami oleh sekitar 60 KK di Tempek Dangin Sabang, Dusun Kanginan, Desa Besan. Selama ini wilayah mereka tidak mendapat layanan sambungan Perumda (PDAM) Panca Mahottama Klungkung. 

Kepala Dusun Kanginan, Wayan Suardana Yasa menjelaskan, warga di Tempek Dangin Sabang selama ini bergantung pada dua sumur alami untuk kebutuhan air bersih.

Kadang warga harus berjalan menyusuri jalan setapak sejauh 3 kilometer untuk mencari air di sumur tersebut. 

Namun disaat musim kemarau, biasanya sumur tersebut mengalami penurunan debit.

"Kalau masuk kemarau, warga kami di Dusun Dangin Sabang sangat sulit mendapatkan air bersih," ungkap Suardanayasa.

Sebenarnya upaya untuk menyalurkan air ke Tempek Dangin Sabang sudah dilakukan beberapa kali. Namun karena wilayah tersebut berada di ketinggian, air bersih tidak mampu terdistribusi ke wilayah tersebut.

Sementara Perbekel Desa Besan, I Katut  Yasa mengungkapkan, di Desa Besan saat ini sudah ada sumur bor.

Ia berharap kedepan Perumda Panca Mahottama bisa memanfaatkan sumur bor itu, untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah-wilayah di Desa Besan yang belum terlayani, misalnya di Tempek Dangin Sabang.

"Sudah ada sumur bor di Desa Besan, tinggal penanganan dari Perunda Panca Mahottama. Sebenarnya sudah ada juga pipa induk terpasang di Desa Besan, mamun karena kondisinya sudah lama jadi keropos," terang Yasa.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved