Berita Buleleng
Pastika Hidupkan Asa Bandara Bali Utara, LaNyalla Lobi Presiden Agar Rencana Masuk PSN Lagi
Mantan Gubernur Bali yang kini menjabat sebagai anggota DPD RI, Made Mangku Pastika mendesak Pemerintah Pusat membangun bandara di Buleleng.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Mantan Gubernur Bali yang kini menjabat sebagai anggota DPD RI, Made Mangku Pastika mendesak Pemerintah Pusat membangun bandara di Buleleng. Mangku Pastika juga didukung Ketua Paiketan Puri Sejebag Bali, Tjokorda Gde Putra Nindia.
Dua tokoh ini menyampaikan langsung desakan tersebut kepada Ketua DPD RI, LaNyalla Mattalitti saat berkunjung ke Buleleng, Senin (19/6). Mangku Pastika menyebut, rencana pembangunan bandara di Buleleng sejatinya muncul sejak ia menjabat sebagai Kapolda hingga Gubernur Bali.
Ia mengatakan, Presiden Jokowi bahkan sempat memasukkan proyek bandara di Buleleng dalam daftar pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN). Namun pembangunan bandara di Buleleng dihapus dalam daftar. Kata dia, Presiden khawatir proyek pembangunannya mangkrak.
Baca juga: Daya Tampung SMP di Jembrana Mencukupi, Disdikpora: Semua Sekolah Punya Kualitas Sama
Baca juga: Sanjaya Buru 2 Remaja Panjat Patung Garuda Wisnu, Setelah Ditemukan Akan Dimintai Tanggung Jawab

Pastika mendukung pembangunan bandara Bali Utara dilakukan di perairan laut Kecamatan Kubutambahan. Katra dia dari kajian teknis, budaya sosial hingga teknik penerbangan, sudah dilakukan hingga 99,5 persen oleh PT BIBU Panji Sakti.
Kajian tersebut melibatkan tim ahli dari salah satu badan usaha asal Kanada. "Kajiannya sudah 99,5 persen, sudah beres. Tinggal Penetapan Lokasi (Penlok) saja yang belum keluar. Ahli yang mengkaji cakupannya sudah seluruh dunia, tidak sembarangan," kata Pastika.
Selain kajian yang sudah rampung, gubernur dua periode ini mengatakan, pembangunan bandara di laut tidak menimbulkan polusi suara dan ramah lingkungan. Pastika mengatakan, jika dibangun di darat khususnya di wilayah Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, tidak cocok sebab daerah tersebut merupakan wilayah perbukitan.
"Di laut memang biayanya berkali lipat dari di darat. Investasinya sampai Rp 17 triliun, banyak itu. Tapi secara teknologi, mereka sudah siap bikin landasan di laut," ujarnya.
"Lebih ramah lingkungan karena tidak mengganggu daratan karena Bali itu kecil. Pembangunannya bukan dengan reklamasi, tanah digunakan untuk menempel landasan yang ada di laut. Saya setuju karena green airport," sambung dia.
Mangku Pastika berharap dengan adanya kunjungan Ketua DPD RI ini, aspirasi tersebut dapat disampaikan kepada Jokowi. "Perjuangannya sejak 2017. Cuma sekarang tergantung ketua partai. Sudah sempat masuk proyek strategis nasional, namun presiden khawatir pembangunannya mangkrak. Tinggal diingatkan lagi saja presiden," pesannya.
Ketua Paiketan Puri Sejebag Bali, Tjokorda Gde Putra Nindia mengatakan, para penglingsir puri mendukung pembangunan bandara di wilayah Kubutambahan. Ia meminta Pemerintah Pusat untuk meninjau kembali pembatalan pembangunan bandara ini untuk pemerataan pembangunan antara Bali Selatan dan Bali Utara.
“Para Penglisir Puri merasa terketuk hati melihat pembangunan yang kian masif di Bali Selatan. Sedangkan pemandangan yang kami lihat di kawasan Bali Utara, berbanding terbalik dengan di Bali Selatan. Padahal dulunya Singaraja merupakan ibu kota Sunda Kecil,” ucapnya.
Direktur PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo menjelaskan, pesisir pantai dipilih sebagai lokasi bandara karena berbagai faktor. Salah satunya landasan yang dibangun sepanjang 3.600 meter itu tidak menggusur tempat suci atau situs bersejarah yang ada di Kubutambahan. Ia yakin Pemerintah Pusat bisa kembali memasukkan pembangunan bandara di Buleleng dalam Program Strategis Nasional. (rtu)
Janji Memperjuangkan
Ketua DPD RI, LaNyalla Mattalitti mengatakan kehadirannya di Buleleng ini untuk mendengarkan aspirasi masyarakat terkait pembangunan bandara di Buleleng. Sekaligus sebagai bentuk tindak lanjut rapat koordinasi bersama DPD RI Bali, Kementerian Perhubungan RI dan PT BIBU Panji Sakti tentang Bandar Udara Internasional Bali Utara. Mantan Ketua Umum PSSI ini berjanji akan memperjuangkan aspirasi ini.
LaNyalla menilai, dengan adanya bandara di Buleleng akan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat yang juga berdampak pada perekonomian nasional. “Saya tetap punya keyakinan, presiden kalau melihat hal yang bagus dan berguna bagi rakyat Bali, pasti menerima. Kami di DPD RI akan memperjuangkan agar rencana pembangunan Bandara ini kembali dapat masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional” jelasnya. (rtu)
HADAPI MAUT BERDUA! Dewi dan Gede Meninggal di Gerokgak Buleleng, Kelakuan Sopir Bikin Geram |
![]() |
---|
TEMPAT Nongkrong Timur Pura Penimbangan Buleleng Dirobohkan! Simak Alasan Selengkapnya |
![]() |
---|
TEWAS Ibu & Anak Terpental, Kecelakaan di Buleleng, Sopir Truk Mengantuk Saat Berkendara |
![]() |
---|
Tragis, Laka Maut di Buleleng Bali Renggut Nyawa Ibu dan Anak, Korban Terpental Sopir Truk Kabur |
![]() |
---|
PERJALANAN TERAKHIR Bareng Istri di Buleleng, Wayan Mastri Berpulang Secara Tragis Dihadapan Suami |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.