Berita Klungkung

Kasus Meningitis di Klungkung, Dinas Pertanian Tugaskan Dokter Hewan Investigasi ke Nusa Lembongan

Kasus Meningitis di Klungkung, Dinas Pertanian tugaskan Dokter Hewan untuk lakukan investigasi ke Nusa Lembongan.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Suasana di depan ruangan ICU RSUD Klungkung, pada Rabu 21 Juni 2023. Ada 7 pasien meningitis dirawat di RSUD Klungkung, dua pasien dirawat intensif di ICU. 

TRIBUN-BALI.COM - Mencuatnya kasus meningitis di Kabupaten Klungkung, membuat pemerintah melakukan beberapa langkah penting.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengaku telah menurunkan tim Dinas Kesehatan untuk melakukan langkah surveilans untuk mencari tahu penyebab dari meningitis dari warga.

"Pencehan itu penting. Apalagi sekarang musim ngaben, saya kira masyarakat mulai lebih lagi melakukan pola hidup bersih dan sehat. Diantaranga tentu tidak mengkonsumsi daging mentah atau setengah matang," ungkap Suwirta, Rabu 21 Juni 2023.

Suwirta tidak menampik, ada kebiasaan masyarakat yang gemar mengkonsumsi lawar dengan olahan daging atau darah mentah.

Hal ini menurutnya yang harus mulai dihindari.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Juanida mengatakan, pihaknya sudah menugaskan dokter hewan untuk ke Nusa Lembongan.

Ini untuk investigasi kemungkinan peran dari aspek hewan terkait adanya warga di Nusa Lembongan yang terinfeksi meningitis.

Ia juga mengatakan, selama ini bakteri Streptococcus sp yang menjadi salah satu penyebab meningitis hanya menyerang babi.

Baca juga: Pasien Gejala Meningitis di RSUD Klungkung 7 Orang, 2 Diantaranya Dirawat di ICU

Walau ada informasi seorang pasien meningitis di Klungkung tidak ada riwayat mengkonsumsi babi.

Namun mengkonsumsi daging ayam.

"Kalau ayam, sepengetahuan saya sih tidak (menyebabkan meningitis). Meningitis di hewan bisa disebabkan oleh Kuman Streptoccocus sp biasanya menyerang Babi. Tapi kalau dimanusia, tentunya harus ditelusuri anamnesa/sejarah perjalanan penyakitnya dari pasiennya," ungkap Juanida.

Kasus meningitis kembali menvuat di Bali dalam beberapa bulan belakangan.

Penyakit yang juga disebabkan bakteri Streptococcus sp ini sempat menginfeksi warga di Gianyar dan Buleleng.

Biasanya gejala yang sering ditemui pada pasien meningitis seperti demam, disertai kaku kuduk, kehilangan kesadaran, hingga koma. 

"Meningitis itu merupakan radang selaput otak. Biasanya disebabkan karena infeksi, bisa infeksi bakteri, virus, ataupun jamur," ujar dr.Ni Made Adi Swapatni saat ditemui di ruangannya belum lama ini.

Mencegah terinfeksi bakteri Streptococcus sp, dapat dilakukan dengan memastikan daging yang akan dikonsumsi berasal dari ternak yang sehat.

Sebelum mengolah daging, harus cuci tangan.

Serta paling penting memastikan daging dimasak sempurna, sampai benar-benar matang.

"Hati-hati jangan mengkonsumsi daging mentah, termasuk juga darah yang mentah. Tidak hanya beresiko terinfeksi meningitis, tapi terinfeksi parasit seperti cacing," ungkap dia.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved