Pendidikan
Banyak Siswa Masih Berburu SMP Favorit Lalu Tercecer, Padahal Zonasi tak Mengenal Sekolah Unggulan
Namun disebabkan mindset atau pola pikir siswa tak kunjung berubah. Mereka masih beranggapan sekolah favorit dan tidak.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Kasus siswa tercecer atau tak mendapat sekolah SMP, masih terjadi di Kabupaten Gianyar. Dinas Pendidikan Gianyar menyatakan, persoalan tersebut bukan lantaran kekurangan sekolah.
Namun disebabkan mindset atau pola pikir siswa tak kunjung berubah. Mereka masih beranggapan sekolah favorit dan tidak. Sementara sekolah yang dinilai favorit, tak masuk zonasi tempat tinggal siswa, yang akhirnya siswa tersebut tak mendapat sekolah.
Kadis Pendidikan Gianyar, I Made Suradnya, Rabu (5/7) membenarkan pihaknya kerap mendapat laporan adanya siawa yang belum mendapatkan sekolah hingga tahun ajaran 2023/2024 ini akan dimulai. Menurut dia, hal ini bukan kesalahan Pemkab Gianyar.
Sebab sampai saat ini, pemerintah telah terus menambah SMP negeri. Bahkan tak sedikit SMP swasta yang diakusisi pemerintah menjadi negeri. Dengan sistem zonasi, sebenarnya tidak ada lagi sebutan sekolah unggulan.
Penyebab siswa tercecer dikarenakan siswa tidak mau bersekolah di zona yang telah ditetapkan. Sebab, berdasarkan lulusan siswa SD tahun ini, dibandingkan jumlah SMP negeri yang ada, Suradnya menegaskan sudah mencukupi.
Baca juga: Gerombolan Remaja Bikin Onar di Sebuah Rumah Kos, Simak Keterangan Polresta Denpasar
Baca juga: Buleleng Kasus DBD Tertinggi di Bali, 10 Juta Nyamuk Wolbachia Akan Dilepas
"Kalau dilihat dari jumlah sekolah sudah bisa ditampung semua. SMPN jumlahnya di Kabupaten Gianyar 27 Sekolah. Tapi karena keinginan cari sekolah favorit semua, tidak mau sekolah berdasarkan zonasi," ujar Suradnya.
Informasi yang dihimpun Tribun Bali, karena persoalan mindset tersebut, kini tak sedikit orangtua siswa yang sibuk meminta tolong. Salah satu yang mereka tuju ialah anggota DPRD. Salah satu orangtua siswa itu, ialah Wayan.
Pria yang identitasnya ingin disamarkan itu mengatakan, ia sebenarnya malu meminta bantuan pada dewan. Namun ia tak mau psikologis anaknya terganggu. Lagi pula, iapun mengaku masih memiliki alasan untuk bisa diterima di sekolah di luar zonasi.
"Secara hitung-hitungan jarak jalan, sekolah SMP itu dengan rumah saya cukup dekat. Bahkan angkot siswa pun juga sering atar jemput siswa di sini. Tapi karena beda kecamatan, jadinya gak diterima," ujar warga Blahbatuh yang anaknya ingin bersekolah di SMPN 1 Sukawati itu.
Iapun berharap, dengan meminta bantuan ke anggota DPRD, anaknya bisa diterima di sekolah tujuan. "Saya cari bantuan, agar psikologi anak saya terjaga, karena dia gelisah, lantaran teman-teman sudah dapat sekolah sementara ia belum," ujarnya. (weg)
Hanya Digunakan Sampai Bulan Depan, Disdikpora Badung Pastikan Buku Paket yang Rusak Segera Diganti |
![]() |
---|
KAWAL Program Pendidikan Gratis, DPRD Gianyar Dorong Penguatan Seni-Budaya |
![]() |
---|
400 Calon Mahasiswa Lolos, Daftar Program 1 Keluarga 1 Sarjana, Brida Bali Siapkan Kuota 1.450 Orang |
![]() |
---|
TUGAS Akhir Mahasiswa Berbentuk Karya Sastra & Jurnalistik, Terobosan UPMI Bali & Didukung Sastrawan |
![]() |
---|
BELAJAR Data Kependudukan ke Surabaya, Upaya Denpasar Program 1 Keluarga 1 Sarjana Tak Salah Sasaran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.