Berita Bali
Gerombolan Remaja Bikin Onar di Sebuah Rumah Kos, Simak Keterangan Polresta Denpasar
Mereka ditegur karena pesta miras hingga larut malam di salah satu kamar kos miliki AA Putu Cipta yang juga merupkan pemilik kos.
Penulis: Putu Honey Dharma Putri W | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Brutal, segerombolan remaja dalam keadaan pengaruh minuman keras membuat onar di sebuah rumah di kawasan Jalan Gunung Talang II, Padangsambian, Denpasar Barat, Minggu (2/7).
Aksi liar tersebut bahkan tak hanya membuat rumah korban bernama AA Putu Cipta Wiadnyana berantakan, namun juga korban diduga mengalami luka tebas.
Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP Ketut Sukadi saat dikonfirmasi pada Rabu (5/7) membenarkan kejadian tersebut. “Pelaku masih Lidik, kalau sudah terungkap nanti akan dishare,” jawabnya singkat.
Berdasar informasi yang dihimpun Tribun Bali, keributan diduga terjadi akibat segerombolan remaja dalam pengaruh minuman keras tersebut tak terima ditegur oleh korban.
Mereka ditegur karena pesta miras hingga larut malam di salah satu kamar kos miliki AA Putu Cipta yang juga merupkan pemilik kos.
Para remaja tersebut lalu membuat keributan sekitar pukul 23. 30 Wita, hingga menggangu kenyamanan warga sekitar.
Sebagai pemilik kos, AA Putu Cipta mencoba menegur bahkan hingga ditemani oleh seorang anggota polisi bernama Gede Sandiasa.
Setelah menegur, gerbang kos pun ditutup. "Yang ribut ini sekitar delapan orang, mereka ditegur dan diimbau agar bubar dan tidak membuat keributan. Namun mereka tidak terima," papar sumber di kepolisian, Rabu (5/7).
Bukannya pulang ke tempat masing-masing, para remaja tersebut mengejutkan karena secara membabi buta membuat keributan.
Mereka menggedor-gedor gerbang, dan kembali dengan menbawa senjata tajam hingga kayu. Keributan pun berlanjut, hingga diduga mereka menganiaya AA Putu Cipta dengan senjata tajam. Korban mengalami luka pada pinggang dan lengan.
Baca juga: Tutik Pastikan Balik Kandang! Pilih Maju DPR RI dari Demokrat, NasDem Mengaku Belum Dengar Kabar
Baca juga: Buleleng Kasus DBD Tertinggi di Bali, 10 Juta Nyamuk Wolbachia Akan Dilepas

Mereka juga melempari kos dengan kayu dan batu hingga menyebabkan kerusakann pada kaca dan bangunan rumah.
Dalam suasana yang memanas, para remaja tersebut juga mengejar anggota polisi yang bernama Gede Sandiasa tersebut.
Mereka mengejar Gede ke rumahnya dan nekat mengancam istri Gede sambil merusak rumah. Kaca depan rumah dan kursi di teras rusak.
Tak hanya itu. Saat mengejar Gede, segerombolan remaja itu melabrak pemilik warung kelontong bernama Sualiman.
Saat itu mereka bertanya kepada Sulaiman tentang keberadaan Gede. Namun belum sempat mendapat jawaban, meraka langsung mengacak-acak dagangan Sulaiman.
"Para pelaku merusak rak rokok dan mengambil tabung gas satu buah. Setelah itu mereka pergi," tandas sumber tersebut.
Seorang warga bernama Sindra juga menjadi korban dalam kejadian ini. Sindra yang berniat bepergian, tiba-tiba ditendang oleh dua orang dari sekelompok remaja tersebut yang naik motor.
Sindra yang panik, berhasil menyelamatkan diri ke kos terdekat dengan meninggalkan motornya di lokasi kejadian.
Setelah situasi dirasa aman, Sindra ingin mengambil motor yang ia tinggalkan. Namun ia terkejut, karena motornya hilang.
Ia menduga dicuri oleh kelompok remaja brutal tersebut. Hal itu membuat warga sekitar panik dan ramai di TKP, hingga petugas kepolisian berdatangan. Namun para pembuat onar tersebut berhasil kabur.
Petugas dari Polsek Denpasar Barat datang langsung mengamankan barang bukti yang digunakan para pelaku. Barang bukti yang dapat dikumpulkan berupa potongan balok kayu, batu bata dan badik. (hon)
Gelar Aksi Damai ke Kantor Gubernur, Partai Buruh Exco Bali Tuntut Stop PHK dan Hapus Outsourcing |
![]() |
---|
Kejati Bali Dorong Penanganan Tindak Pidana Korupsi Lewat Mekanisme DPA, Lazim di Luar Negeri |
![]() |
---|
Pemprov Bali Nantikan Pusat Untuk Penentuan Lokasi Tersus LNG |
![]() |
---|
Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Bali Ditutup Hampir Dua Jam, Antrean Kendaraan Mengular |
![]() |
---|
Lindungi Pesisir Bali, 4.000 Bakau Ditanam di Tahura Ngurah Rai, Libatkan Kelompok Nelayan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.