Berita Klungkung
Masih Terbaring Lemah di Rumah Sakit, Dewa Wiwin Tidak Hadiri Panggilan DPD Golkar Bali
Masih Terbaring Lemah di Rumah Sakit, Dewa Wiwin Tidak Hadiri Panggilan DPD Golkar Bali
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Fenty Lilian Ariani
SEMARAPURA,TRIBUN-BALI.COM - Perkelahian yang melibatkan dua kader Golkar di Klungkung, mendapat perhatian Ketua DPD Golkar Provinsi Bali, I Nyoman Sugawa Korry. Kedua kader yang terkibat perkelahian, yakni Dewa Gede Dwi Mahayana Putra (36) dan I Nyoman Wiriyanto (45) rencananya akan dipanggil ke Kantor DPD Bali, Rabu (12/7/2023).
I Nyoman Wiriyanto (45) merupakan bacaleg Golkar Klungkung dari Dapil Banjarangkan.
Sementara Dewa Gede Dwi Mahayana Putra (36), merupakan Sekretaris DPD II Golkar Kabupaten Klungkung.
Pemanggilan kedua kader tersebut, dibenarkan Ketua DPD II Golkar Klungkung, Luh Komang Ari Ayu Ningrum.
"Benar, rencananya hari ini (pemanggilan dua kader Golkar yang terkibat perkelahian)," ungkap Luh Komang Ari Ayu Ningrum, Rabu (12/7/2023).
Namun dirinya tidak mengetahui secara pasti, apakah pertemuan itu untuk mediasi, ataukah sebatas meminta klarifikasi kedua pihak yang bertikai.
"Saya belum tau," ungkapnya singkat.
Sementara orang tua dari Dewa Gede Dwi Mahayana Putra, Dewa Widiasa Nida mengatakan, saat ini anaknya masih dalam perawatan pasca operasi pada tulang hidungnya.
Sehingga pihaknya memilih untuk tidak menghadiri pemanggilan dari DPD Golkar Bali.
"Fokus utama kami adalah kesembuhan Dewa Wiwin (panggilan akrab Dewa Gede Dwi Mahayana Putra).
Dewa Wiwin sedang dalam masa pemulihan pasca operasi, sehingga kami memilih untuk tidak menghadiri pemanggilan tersebut,"jelas Dewa Widiasa Nida yang juga pengurus DPP Golkar.
Jika pemanggilan anaknya ke DPD I Golkar Bali terkait mediasi damai, pihaknya akan mempertimbangkannya dengan seksama.
Namun, penting baginya bahwa keadilan tetap menjadi prioritas utama dan tindakan kekerasan tidak bisa diabaikan.
"Kami berharap kasus ini dapat diselesaikan dengan adil dan transparan, tanpa mengorbankan keadilan bagi korban," tegas Dewa Nida.
Ia juga mengaku sangat prihatin dengan insiden pemukulan tersebut dan mengutuk segala bentuk kekerasan fisik.
Dewa Nida juga telah membuat laporan ke Polres Klungkung, pasca pemukulan yang dialami putranya.
Sementara di lain pihak, I Nyoman Wiriyanto mengaku dirinya sejak Selasa (12/7/2023), sudah hadir di Kantor DPD Golkar Provinsi Bali.
Selain turut melapor ke Polres Klungkung, pihaknya juga menyerahkan kasus yang melibatkannya ke DPD Golkar Provinsi Bali.
"Kalaupun lanjut (proses hukum), saya siap. Ada dua pasal tuntutan yang daya ajukan ke polisi dan itu kuat. Ada penghinaan dan pelecehan kepada orang tua saya," ungkap Wiriyanto.
Diberitakan sebelumnya, internal DPD (Dewan Pimpinan Daerah) II Partai Golkar Kabupaten Klungkung memanas.
Dua kader partai berlambang pohon beringin itu, yakni Dewa Gede Dwi Mahayana Putra dan I Nyoman Wiriyanto terlibat perkelahian di Kantor DPD II Kabupaten Klungkung, Senin sore (10/7/2023).
Kejadian itu membuat Sekretaris DPD II Golkar Kabupaten Klungkung, Dewa Gede Dwi Mahayana Putra (36) mengalami cedera pada tulang hidungnya.
Sehingga harus dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi.
Belum jelas pemicu dari perkelahian tersebut, namun diduga terkait masalah pencalegan dan urusan partai. Kedua pihak bahkan saling lapor ke Polres Klungkung, karena sama-sama merasa menjadi korban dalam peristiwa tersebut. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.