Berita Bali
Mayat Orok Ditemukan di Pinggir Pantai Legian Bali, Polresta Denpasar Lakukan Penyelidikan
Saksi bernama Dwi Agus Setiawan, berangkat menuju Pantai Legian dengan menggunakan sepeda motor dan parkir di depan Hotel Furama Legian.
Penulis: Putu Honey Dharma Putri W | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Sebuah orok ditemukan di pinggir Pantai Legian, Kuta, Bali, tepatnya di depan rest pavilion Legian, Kuta, Badung pada Minggu, 16 Juli 2023.
Bahkan usia orok tersebut dikatakan terbilang cukup matang yakni berusia 6 bulan.
Berdasarkan keterangan Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP Ketut Sukadi, orok yang sudah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa tersebut telah memiliki kaki dan tangan.
“Keadaan tidak bernyawa. Jenis kelamin belum diketahui, kedua mata masih tertutup. Namun Kaki dan tangan sudah ada,” paparnya pada Senin, 17 Juli 2023.
Ia juga menerangkan, kronologi penemuan berawal sekitar pukul 06.00 WITA.
Saksi bernama Dwi Agus Setiawan, berangkat menuju Pantai Legian dengan menggunakan sepeda motor dan parkir di depan Hotel Furama Legian.
Baca juga: Dokter Obesitas Hingga Asam Urat Akut, Widi Adnyana Dievakuasi Pakai Sky Lift di Buleleng
Baca juga: ODGJ Berkeliaran Bawa Keris Resahkan Warga di Karangasem, Satpol PP Segera Amankan!
Dwi Agus pun bertemu dengan Satpam Furama Hotel dan sempat mengobrol.
Saat itu Dwi Agus pun menuju pantai, untuk berolahraga menuju arah selatan (Kuta).
Namun kurang lebih 15 menit, tiba-tiba ia melihat dari kejauhan seperti bangkai tikus.
Ia pun mendekati dan mencoba meyakinkan, bahwa benda tersebut adalah janin manusia, karena dijelaskan bahwa cuaca saat itu sedang mendung/gelap.
Saat mengarahkan senter pada benda tersebut, barulah ia yakin bahwa benar benda yang sebelumnya ia kira bangkai tikus tersebut merupakan janin manusia.
Bahkan ia sempat menanyakan pada pengunjung lain yang tak ia kenal, untuk meyakinkan penemuanya.
Karena menunggu lama, ia pun meninggalkan orok dengan menutupnya menggunakan batok kelapa agar tak terseret ombak.
Selanjutnya ia mendatangi satpam Furama dan lalu datanglah pecalang juga aparat kepolisian Polsek Kuta.
Janin pun sempat dibawa ke Puskesmas 1 Kuta. “Dari pemeriksaan luar janin oleh pihak Puskesmas, bahwa janin tersebut belum lengkap terutama bagian mata & jenis kelamin belum terlihat.
Namun tangan dan kaki sudah ada, panjang janin diperkirakan 15 Cm dan usia diperkirakan 24 minggu,” jelas Sukadi.
Kini janin tersebut pun dititipkan ruang pemulasaran RSUP Sanglah.
“Pihak Polsek Kuta, akan tetap melakukan penyelidikan terkait siapa pelaku dari pembuang Janin tersebut,”tutupnya (*)
MR Diamankan, 1 Pelaku Diduga Provokator Pengeroyokan Petugas Avsec Bandara Ngurah Rai Ditangkap! |
![]() |
---|
Pemerintah Pusat dan ADB Lirik Pembangunan Bandara Bali Utara, Dorong Pengembangan Infrastruktur |
![]() |
---|
DIREKTUR Mie Gacoan Tak Lagi Tersangka, Polda Bali Resmi Hentikan Kasus LMK Selmi & Mie Gacoan Bali |
![]() |
---|
NUANU Creative City Bantah Sejumlah Hasil Sidak Komisi 1 DPRD Bali, Ini Penjelasan Lengkapnya! |
![]() |
---|
Penyandang Disabilitas Capai 25.963 Orang, Dinsos P3A Bali Ajak Semua Pihak Berkolaborasi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.