Berita Denpasar
Rayakan Hari Anak Nasional 2023, Kelurahan Renon Denpasar Bali Gelar Renon Magegirangan Untuk SD
Rayakan Hari Anak Nasional 2023, Kelurahan Renon gelar Renon Magegirangan untuk SD, dari Nyurat Aksara hingga Workshop Angklung.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Peringatan Hari Anak Nasional ke-39, Kelurahan Renon, Denpasar, Bali, membuat acara Renon Magegirangan.
Acara ini digelar pada Minggu 23 Juli 2023 yang menampilkan berbagai acara dan kreativitas untuk anak.
Lurah Renon I Gede Suweca, mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk memberikan ruang kepada anak dalam beraktivitas.
Selain itu kegiatan ini juga untuk mendukung program pemerintah Kota Denpasar khususnya untuk Perpustakaan.
Apalagi menurutnya saat ini Perpustakaan Desa/Kelurahan berbasis inklusi sosial.
“Perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan perpustakaan yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya dengan melihat keragaman budaya, kemauan untuk menerima perubahan serta menawarkan kesempatan kepada masyarakat untuk berkarya,” jelasnya.
Selain itu Perpustakaan berbasis inklusi sosial semua kegiatan bisa dalam di dalamnya seperti pertanian, kesehatan, seni budaya, olah raga, kesenian dan lain sebagainya.
Dalam kegiatan ini, dimeriahkan oleh anak SD se-Kelurahan Renon.
Mereka belajar nyurat aksara Bali, workshop angklung kocong, permainan simulasi anak-anak, sosialisasi nyamuk wolbachia, sosialisasi bahaya narkoba, sosialisasi aman awareness.
Baca juga: LPKA Karangasem Gelar Acara Sungkeman di Hari Anak Nasional
Dalam kegiatan ini juga tersedia terapi akupunktur, mobil perpustakaan keliling dan stand kuliner.
“Kami berharap kegiatan Renon Magegirangan ini bisa dilaksanakan berkelanjutan setiap tahun, karena tahun ini merupakan yang kedua,” katanya.
Ia menambahkan, dalam pelaksanaan yang pertama, hanya melibatkan 4 SD.
Dan kini pihaknya melibatkan 6 SD yang ada di kawasan Kelurahan Renon.
Kegiatan ini digelar di Wantilan Sewaka Prema Renon dengan mengusung tema Wujudkan Indonesia layak anak pada tahun 2030 dan Indonesia menuju generasi emas pada tahun 2045 tanpa perkawinan dan kekerasan terhadap anak.
Sementara itu, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GWO) Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa mengatakan jika anak adalah aset yang berharga bagi bangsa yakni sebagai generasi penerus, karena masa depan bangsa ada di tangan anak-anak.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.