Berita Bangli

Warga Keluhkan Debu Proyek Drainase di Bangli

Proyek dinas PUPR Provinsi Bali berupa rehabilitasi saluran drainase dan trotoar di Bangli saat ini sedang berproses.

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Fenty Lilian Ariani
Muhammad Fredey Mercury
Suasana pengerjaan proyek drainase di ruas jalan Nusantara 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Proyek dinas PUPR Provinsi Bali berupa rehabilitasi saluran drainase dan trotoar di Bangli saat ini sedang berproses.

Pada pelaksanaannya, proyek tersebut menuai keluhan masyarakat.

Untuk diketahui, proyek rehabilitas ini menyasar jalur provinsi di wilayah Kota Bangli.

Diantaranya ruas jalan Merdeka, Nusantara, Kusumayudha, hingga Erlangga.

Proyek ini dikerjakan oleh PT Sanur Jaya Utama dengan nilai kontrak Rp 37 miliar, dengan waktu pelaksanaan selama 210 hari kalender. 

Sementara keluhan masyarakat lebih kepada debu yang ditimbulkan akibat tanah bekas galian proyek yang mengering. Alhasil tak sedikit masyarakat sekitar yang menutup sementara usahanya. 

Seperti diungkapkan salah satu warga bernama Agung Permana.

Dia mengaku sangat mendukung proyek pemerintah soal rehabilitasi saluran drainase dan trotoar ini.

Apalagi realitanya kondisi drainase dan trotoar memang sudah rusak.

"Tentunya sebagai warga, kami mengucapkan terima kasih pada Pemprov Bali terutama pak Gubernur karena tahun ini fasilitas umum jalur provinsi di kota Bangli mendapat peremajaan," sebutnya Minggu (23/7/2023)

Baca juga: Kabar Persib: Permintaan Maaf Yaya Sunarya Usai Dibantai PSM Makassar, Pesimis Sebelum Laga Terbukti


Akan tetapi, pihaknya meminta pada pelaksana kegiatan agar dilakukan penyiraman di badan jalan. Pasalnya bekas galian tanah yang mengering di badan jalan menjadi debu.

Kondisi ini tentunya sangat ini sangat menggagu aktifitas warga.

Bahkan tidak sedikit pelaku usaha harus tutup usahanya sementara. 

"Kami dari masyarakat yang dilintasi proyek perbaikan drainase sudah beberapa kali melakukan penyiraman. Tapi karena kondisi air PDAM sempat mengalami gangguan, alhasil kami tidak bisa berbuat banyak. Kami harap dari pihak rekanan bisa melakukan penyiraman tiap hari. Karena debunya berterbangan akibat terkena hembusan angin dari kendaraan yang melintas. Dan ini bisa menimbulkan polusi udara," sebutnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved