WNA Tukang Hipnotis
Kasus Hipnotis di Buleleng, Imigrasi Kesulitan Mengidentifikasi Identitas Pelaku, Kerugian 1,7 Juta
Kasus hipnotis di Bali, Imigrasi Kelas II Singaraja kesulitan mengidentifikasi identitas dua WNA
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Imigrasi Kelas II Singaraja kesulitan mengidentifikasi identitas dua WNA yang diduga melakukan pencurian dengan teknik hipnotis, di salah satu toko pakaian kawasan Jalan Srikandi, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali.
Hal ini disebabkan lantaran wajah kedua WNA yang terekam CCTV di toko tersebut kurang terlihat jelas.
Kepala Kantor Imigrasi Singaraja, Hendra Setiawan dikonfirmasi Minggu 6 Agustus 2023 mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah mendatangi toko pakaian yang menjadi korban pencurian tersebut.
Pihaknya juga sudah mengecek kamera CCTV yang ada di toko tersebut.
Baca juga: Viral! Bule Diduga Hipnotis Penjaga Kasir Salah Satu Toko Grosir di Jalan Trenggana Denpasar
Sayangnya, hasil rekaman tidak dapat menunjukan wajah kedua pelaku dengan jelas.
Sehingga pihaknya pun kesulitan untuk mencari tahu identitas dari kedua WNA tersebut.
Atas kondisi tersebut, pihaknya pun menyarankan pemilik toko untuk melaporkan kejadian ini ke polisi, mengingat kedua WNA itu telah melakukan perbuatan tindak pidana.
Selain itu, Setiawan juga mengaku telah melaporkan kejadian ini ke Kanwil Kemenkumham Bali, mengingat kejadian dengan modus serupa juga terjadi di wilayah Tabanan.
Selain itu pihaknya akan mencoba berkoordinasi dengan Polda Bali untuk melacak identitas kedua pelaku dari rekaman CCTV tersebut.
"Arahan dari Kakanwil diminta untuk kerjasama dengan polisi, karena ini ranah pidana, sambil kami diinternal juga ikut mencari tahu indentitas kedua WNA tersebut. Kalau saja rekaman CCTVnya jelas, kami bisa minta bantuan pusat untuk mencari tahu identitasnya dengan mengambil geometriknya. Sayangnya rekaman CCTV dari toko tersebut kurang memperlihatkan secara jelas wajah pelaku," terang Setiawan.
Atas adanya kejadian ini, Setiawan mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu berhati-hati.
Serta memasang CCTV yang mengarah ke setiap pengunjung yang datang.
"Masyarakat juga kami minta untuk menyimpan nomor-nomor penting seperti kepolisian atau imigrasi, sehingga kalau terjadi apa-apa penanganan bisa cepat dilakukan. Kami di Imigrasi penanganan dari hilir untuk deportasi," tandasnya.
Sementara Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Darma Diatmika mengatakan hingga saat ini kasus tersebut belum dilaporkan korban ke polisi.
Meski belum menerima laporan, pihaknya akan tetap melakukan penyelidikan untuk mencari tahu identitas dari kedua WNA tersebut.
Berita Bali hari ini
kasus hipnotis
Imigrasi
berita buleleng hari ini
WNA Bermasalah di Bali
Buleleng
Bali
Tribun Bali
Kemenkumham
Polres Tabanan Buru WNA Pelaku Hipnotis, Identifikasi Melalui CCTV |
![]() |
---|
Melacak Jejak 2 Bule Pelaku Hipnotis, Mereka Tinggal Berpindah-pindah di Bali, Polda: Kejar, Tangkap |
![]() |
---|
Berita Viral, Polda Bali Lacak Jejak 2 Bule Pelaku Hipnotis! Mereka Tinggal Berpindah-pindah di Bali |
![]() |
---|
WNA Diduga Hipnotis Karyawan Toko di Marga Tabanan Bali, Polisi Buat LP A dan Buru Terduga Pelaku |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.