Serba Serbi
Makna Hari Raya Kuningan di Bali, Serta Alasan Tidak Boleh Sembahyang Lewat Jam 12 Siang
Hari suci Kuningan diawali dengan penampahan Kuningan yang jatuh pada Jumat, Wage Wuku Kuningan, tanggal 11 Agustus 2023.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Tetapi yang terpenting adalah menciptakan kesucian pikiran, agar menjauhkan hal-hal negatif, sehingga memeroleh kemuliaan hidup dan terhindar dari perbuatan-perbuatan yang merugikan diri sendiri atau orang lain.
Hal seperti ini sangat penting dilakukan, sebagai landasan dasar untuk merayakan hari suci Kuningan.
Oleh karena pada hari suci Kuningan, merupakan payogan Ida Sanghyang Widhi Wasa beserta manifestasinya yaitu para dewa-dewi, bhatara-bhatari, dan Dewa Hyang Pitara turun ke dunia untuk melimpahkan anugerah-Nya berupa kebutuhan umat manusia.
Makanya pada hari suci Kuningan ini, para umat Hindu mempersembahkan nasi kuning sebagai lambang kebijaksanaan dan kemakmuran dengan tujuan agar beliau-beliau melimpahkan rahmatnya berupa kesejahteraan, kesuburan, dan rezeki.
"Upacara- upakara ini sebagai wujud ucapan syukur para umat Hindu dan disertai rasa terima kasih kepada semua yang turun dan juga sebagai wujud rasa hormat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, beserta manifestasinya karena telah melimpahkan rahmatnya," sebut pemangku asal Bon Dalem ini.
Kalau bahasa kerennya "ngaturang suksemaning idep" sebagai umat Hindu kepada-Nya.
Hari suci Kuningan jatuh pada Saniscara Kliwon wuku Kuningan, yang sering disebut hari suci atau Tumpek Kuningan yang dilaksanakan 10 hari setelah hari suci Galungan.
Dan umat Hindu dalam mempersembahkan sesajen berupa bebantenan pada pagi hari, mulai matahari terbit sampai tengah hari.
Oleh karena pada pagi hari inilah kita akan mendapat pancaran kesucian dan pancaran vibrasi keheningan.
Serta pada hari suci Kuningan, palinggih juga dihias tamiang sebagai simbol ketajaman pikiran atau sebagai simbol kesucian pikiran.
Serta juga ada endongan, sebagai niyasa perbekalan untuk berperang (dalam berperang melawan Adharma ).
Bahkan juga ada tamiang sebagai wujud perlindungan diri dari marabahaya.
Kolem atau pidpid sebagai lambang perwujudan Ida Sang Hyang Widhi Wasa,para dewa,bhatara dan hyang leluhur.
"Pelaksanaan upacara dan upakara pada hari suci Kuningan pada pagi hari sampai tengah hari juga bermakna bahwa lewat tengah hari para dewa,bhatara ,dewa hyang pitara dan leluhur sudah kembali ke suarga loka," sebutnya. (*)
TIDAK Boleh Keramas & Malukat, Tepat Purnama Wuku Wayang & Disebut Dina Gamya, Simak Penjelasannya! |
![]() |
---|
BAHAYA Kelahiran Wuku Wayang, Ruwatan Tumpek Wayang Bantu Terhindar Dari Sifat Bhuta Kala! |
![]() |
---|
TUMPEK Wayang & Kajeng Kliwon Uwudan 22 Juni 2024, Jangan Lupa Siapkan Pandan Berduri! Ini Maknanya |
![]() |
---|
ROH Tumimbal Kaitan Dengan Leluhur yang Akan Bereinkarnasi Kembali, Ini Maknanya Dalam Agama Hindu |
![]() |
---|
Arti Melik, Disenangi Bhatara, Bisa Terkena Musibah, Bagaimana Cara Menetralkannya? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.