WNA Berulah di Pura Goa Raja
WNA Korsel Rusak Fasilitas Pura, Satgas Pariwisata Bali Nilai Badan Pengelola Kecolongan
WNA Korsel Rusak Fasilitas Pura, Satgas Pariwisata Bali Nilai Badan Pengelola Kecolongan
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sebagai salah satu Satgas Pariwisata di Bali, Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi sangat menyayangkan pengerusakan fasilitas di Pura Goa Raja, Besakih, Karangasem, Bali oleh warga negara asing (WNA) asal Korea Selatan.
Dharmadi menilai hal ini bisa terjadi juga disebabkan oleh lalainya Guide lokal yang berada disekitaran Pura.
“Inilah mungkin kelalaian dari Guide lokal yang ada disana. Kalau WNA ini datang sendiri tentu mereka kecolongan kenapa dia bisa datang sendiri ke Pura? Padahal Wisatawan tidak boleh masuk kedalam Pura ini sampai merusak dalam Pura kan ada yang salah disini artinya kurang pengawasan oleh Guide Lokal atau petugas lokal disana,” jelasnya ketika ditemui di Kantor Satpol PP Bali, Kamis 10 Agustus 2023.
WNA tersebut dikatakan Dharmadi datang ke Pura seorang diri dalam hal ini ia mengingatkan agar Guide lokal wajib ada di Pura terlebih Guide lokal dikelola oleh Badan Pengelola di Pura Besakih.
Pentingnya pendampingan pada wisatawan saat masuki kawasan suci dikarenakan saat memasuki kawasan suci Pura, harus menggunakan busana adat yang sesuai.
“Tidak bisa ujug-ujug langsung ke Pura apalagi lokasinya didalam. Disatu sisi bule ini sudah diproses dan dimintai keterangan oleh Polsek. Itu pulang paksa itu Imigrasi sudah tindak lanjuti langsung yang menjadi persoalan kenapa yang bersangkutan bisa masuk Pura tanpa sepengetahuan Guide lokal disana atau pengelola disana. Pura Goa Raja kan suasananya kan kalau tidak ada upacara landai saja tapi kan terpantau ada CCTV disana. Kita bukan menyalahkan Badan Pengelola artinya pengawasannya kecolongan,” imbuhnya.
Untuk antisipasi kedepannya harus ada komitmen oleh petugas diarea Pura tersebut.
Sebenarnya Guide lokal memang ditugaskan mengawal seorang wisman yang berkunjung ke destinasi Pura tersebut.
Intensitas mereka yang harus ketat untuk melakukan pengawasan.
Terlebih kata, Dharmadi sudah terdapat CCTV yang dipasang pada sekian titik.
Seharusnya sudah terpantau karena sudah terdapat komitmen dimana Guide asing cukup dari gerbang depan candi Pura itu mengantar wisatawan.
Dan ketika wisman masuk ke dalam Pura sudah menjadi tanggungjawab Guide lokal.
“Ini kan dia sendiri ‘nyelonong’ ke Pura ini kecolongan makanya perlu memang kesigapan kawan-kawan dari Guide lokal selalu bisa memantau hal-hal seperti ini dijadikan pengalaman,” tambahnya.
Hingga kini WNA ODGJ yang sudah ditangani Satpol PP Bali pada Tahun 2023 terdapat 5 orang baik dari Satpol PP Kota Denpasar, paling banyak dari Satpol PP Gianyar dan Badung.
Terdapat fenomena yakni ketika ditemukan WNA bertingkah laku seperti ODGJ, setelah dilakukan pengecekan, ternyata kehabisan bekal.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.