Kakek Jatuh ke Jurang
BREAKING NEWS! Pencarian Tim SAR Terhadap Seorang Kakek yang Diduga Jatuh ke Jurang di Buleleng
Kakek bernama Gede Sedana asal Dusun Pondok, Desa Petandakan, Kabupaten Buleleng itu, mulanya diduga jatuh ke dalam jurang sedalam 20 meter.
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Breaking News!
Seorang kakek berusia 80 tahun dilapoekan hilang, Selasa (15/8/2023).
Kakek bernama Gede Sedana asal Dusun Pondok, Desa Petandakan, Kabupaten Buleleng itu, mulanya diduga jatuh ke dalam jurang sedalam 20 meter.
Pencarian kakek pun, saat ini tengah dilakukan oleh Basarnas Buleleng.
Kepala Kantor Basarnas Bali (Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar), I Nyoman Sidakarya menjawab, bahwa menurut keterangan keluarganya, kakek yang sudah dalam keadaan linglung itu meninggalkan rumah dan tak kunjung pulang sejak siang.
Pihak keluarga pun menduga, kakek malang tersebut jatuh ke jurang atau jembatan yang ada di sekitar rumahnya.
Baca juga: Dipecat Karena Curi Tabung Gas, Rohman Kembali Berulah, Akhirnya Dibekuk Reskrim Polsek Kediri
Baca juga: VIRAL Vila Langgar Sempadan Tebing, Dewan Badung Minta Ini Pada Camat Hingga Kelihan Lebih Peka!
Baca juga: Kapan Virus Rabies Mulai Masuk ke Bali? Dari Sini Riwayatnya, Wagub Cok Ace Beri Penjelasan

"Kami menerima informasi dari keluarganya pukul 13.15 Wita, dari laporan itu kami pun menerjunkan lima personil POS SAR Buleleng untuk melakukan pencarian," terangnya.
Namun dari hasil pencarian di sekitar jurang, hingga jembatan yang ada di dekat rumah korban, petugas tidak menemukan tanda-tanda bekas longsoran maupun patahan ranting dari orang yang terperosok.
Hingga petang tim SAR gabungan belum berhasil menemukan korban. Pihaknya pun telah menyebarkan kabar hilangnya Gede Sedana, kepada masyarakat di Desa Petandakan.
Sementara Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Nyoman Pawana Jaya Negara mengatakan, korban terakhir ditemukan oleh keluarganya tengah tidur di kamar.
Namun sekitar pukul 14.00 Wita, korban sudah tidak ditemukan di kamar maupun di sekitar rumahnya.
"Jadi belum bisa dipastikan korban ini jatuh ke jurang, itu masih dugaan keluarganya. Mengingat dari hasil penelusuran tidak ditemukan tanda-tanda longsoran maupun ranting patah bekar orang terjatuh, pencarian telah dihentikan.
Pencarian akan dilakukan besok bersama warga, pihak keluarga dan Bhabinkamtibmas di sekitar Desa Petandakan," terangnya.

Unsur SAR yang terlibat selama proses pencarian diantaranya Basarnas Bali (Pos SAR Buleleng), Babinkamtibmas Desa Petandakan, Babinsa Desa Petandakan, BPBD Kabupaten Buleleng, Perangkat Desa Petandakan, pihak keluarga dan masyarakat. (Ratu/Zae)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.