Berita Gianyar

4 Banjar Ajukan Permintaan Air Bersih, Kekeringan di Karangasem, Bantuan Paling Cepat Akhir Bulan

Kekeringan yang terjadi di Karangasem sudah membuat warga kesulitan mendapat air bersih.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Pixabay
Ilustrasi air bersih - 4 Banjar Ajukan Permintaan Air Bersih, Kekeringan di Karangasem, Bantuan Paling Cepat Akhir Bulan 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Kekeringan yang terjadi di Karangasem sudah membuat warga kesulitan mendapat air bersih.

Setidaknya sampai saat ini, ada sudah ada empat banjar di Desa Seraya Timur, Kecamatan Karangasem yang meminta kiriman air.

Divisi Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Karangasem, Agus Dwi Hartono mengatakan, ada empat banjar yang meminta bantuan air bersih, yakni Banjar Tukad Buah, Banjar Tinjalas, Banjar Bukit Catu, dan Banjar Tanah Barak.

Baca juga: LP Klas IIB Karangasem Overload, Usulan Revitalisasi Belum Direspon

"Empat banjar ini sudah mulai kesulitan air. Kami masih koordinasi di internal. PMI Karangasem aka mengajukan proposal biaya operasional pendistribusian air bersih dan peminjaman truk tangki sehingga pendistribusian air berjalan lancar," ujarnya, Senin (21/8/2023).

Namun ia belum bisa langsung mendistribusikan air bersih ke warga.

Kata Hartono, kemungkinan pengiriman baru bisa dilakukan pada akhir bulan Agustus ini atau paling tidak pada awal bulan September depan.

Baca juga: Dua Kasus Pelecehan Anak di Bawah Umur di Karangasem Terungkap, Pelaku Telah Ditetapkan Tersangka

"Kalau permintaan (air bersih) dari desa lainnya, dengan senang hati melayani sesuai kemampuan. Kami juga akan berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Sosial untuk bergerak bersama melayani masyarakat yang membutuhkan. Mungkin akhir Agustus atau awal September pendistribusian air," kata dia.

Berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya, PMI Karangasem kesulitan mendistribusikan air lantaran medan tujuan pengiriman yang terjal dan curam.

Sebagian besar daerah yang kesulitan air berada di ketinggian.

Baca juga: PDAM Bangli Pastikan Distribusi Air Bersih Saat Galungan Aman

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan, sampai sekarang pihaknya belum menerima surat usulan permintaan air dari warga.

"Belum ada permohonan bantuan. Kemarin kami sempat cek ke cubang (tempat penampungan air) umum, masih ada stok air, tetapi sedikit," kata dia.

Ia mengaku sudah memetakan daerah rawan kekeringan. Dari 78 desa dan kelurahan di Karangasem, 37 di antaranya masuk daerah rawan kekeringan.

Baca juga: Pompa Air Rusak, 136 KK di Silagading Buleleng Sulit Akses Air Bersih

Desa tersebut tersebar di dataran tinggi dan tandus sehingga tak ada sumber air.

"Kami sudah koordinasi, mereka menyatakan siap, hanya saja tidak maksimal karena minimnya anggaran. Makanya kami prioritaskan ke desa yang mengusulkan bantuan air bersih. Air yang kami kirim akan ditampung di cubang umum," jelas dia.

Saat mengalami kekeringan atau kesulitan mendapatkan air bersih, warga Karangasem terpaksa membeli air untuk kebutuhan sehari-hari. Harga air per jeriken Rp 5.000 hingga 10 ribu. Sedangkan harga per tangki rata-rata Rp300 sampai 400 ribu. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved