Berita Bangli

Beli Jajan dan Minuman Pakai Kepingan Bambu, Pasar Pelipurlara, Wisata Kuliner Baru Desa Penglipuran

Desa Penglipuran membuka Pasar Pelipurlara. Pasar ini berlokasi di hutan bambu yang ada di sisi utara desa.

Istimewa
PASAR PELIPURLARA - Suasana Pasar Pelipurlara yang berlokasi di hutan bambu Desa Penglipuran, Bangli, Sabtu (26/8). Pasar ini hanya buka setiap Sabtu, menjual berbagai jajanan ataupun makanan dan minuman tradisional.   

TRIBUN-BALI.COM - Desa Penglipuran membuka Pasar Pelipurlara. Pasar ini berlokasi di hutan bambu yang ada di sisi utara desa. Pasar ini hanya buka setiap Sabtu, menjual berbagai jajanan ataupun makanan dan minuman tradisional.


Pengunjung tidak membayar dengan uang, melainkan dengan koin berbahan kepingan bambu yang bernilai Rp 5.000 hingga Rp 10 ribu. Pasar ini merupakan inovasi karena melihat kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Penglipuran yang terus meningkat.


"Kami memandang perlu untuk memberikan suasana yang berbeda bagi pengunjung. Jadi setelah puas menikmati suasana di desa, pengunjung bisa merasakan keasrian hutan bambu, sekaligus menikmati berbagai minuman dan masakan khas Penglipuran," ungkap Manajer Operasional Desa Wisata Penglipuran, I Ketut Nuriada, Minggu (27/8).


Tak hanya memberikan suasana baru untuk para pelancong, keberadaan Pasar Pelipurlara ini juga sebagai wadah untuk memfasilitasi masyarakat desa yang tidak memiliki lokasi untuk berjualan di objek utama.

Baca juga: Klewang Menempel di Leher Ayah Tiri, Abdul Mengamuk Lalu Ancam Bunuh Suami Ibunya

Baca juga: 800 KK di Seraya Timur Rasakan Imbas El Nino, Sementara BPBD Jembrana Petakan 51 Banjar Zona Rawan

Baca juga: Lagi dan Lagi! Turis Kena Musibah, Pengamanan Pantai Kelingking Nusa Dua Bali Harus Diperketat!

PASAR PELIPURLARA - Suasana Pasar Pelipurlara yang berlokasi di hutan bambu Desa Penglipuran, Bangli, Sabtu (26/8). Pasar ini hanya buka setiap Sabtu, menjual berbagai jajanan ataupun makanan dan minuman tradisional.
PASAR PELIPURLARA - Suasana Pasar Pelipurlara yang berlokasi di hutan bambu Desa Penglipuran, Bangli, Sabtu (26/8). Pasar ini hanya buka setiap Sabtu, menjual berbagai jajanan ataupun makanan dan minuman tradisional. (Istimewa)


Kata dia, Pasar Pelipurlara sudah diuji coba sejak sepekan lalu. Keberadaan pasar ini mendapat respons yang bagus dari para pengunjung. "Pasar ini dibuka setiap Sabtu mulai pukul 10.00 Wita sampai 16.00 Wita. Ada 10 pedagang yang berjualan di Pasar Pelipurlara," ucapnya.


"Pengunjung yang ingin berbelanja, bisa lebih dulu menukar uang dengan koin, sebelum memasuki pasar. Apabila koin dimiliki pengunjung tidak habis dibelanjakan, maka bisa ditukarkan kembali dengan uang rupiah," sebutnya.


Seorang pengunjung desa wisata Penglipuran, Andini Resmi Anitis mengaku kagum dengan keberadaan Pasar Pelipurlara. Menurutnya pasar ini memiliki konsep bagus serta terkoneksi dengan objek utama.


"Saya pribadi sangat puas. Jadi setelah jalan-jalan di objek utama, pengunjung bisa mampir di hutan bambu yang punya suasana asri, sambil merasakan makanan dan minuman tradisional," tandasnya. (mer)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved