Berita Denpasar
Berkaca dari di Tukad Teba, Dinas PUPR Kota Denpasar Semakin Gencarkan Aksi Bersih Sungai
Agar tak terulang kejadian penumpukan sampah di Tukad Teba, Pemecutan Kelod, Dinas PUPR Kota Denpasar terus menggencarkan aksi bersih-bersih sungai.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Berkaca dari di Tukad Teba, Dinas PUPR Kota Denpasar Semakin Gencarkan Aksi Bersih Sungai
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Agar tak terulang kejadian penumpukan sampah di Tukad Teba, Pemecutan Kelod, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar terus menggencarkan bersih-bersih sungai.
Beberapa sungai pun disasar dengan beberapa komunitas salah satunya Komunitas Pancawara.
Adapun sungai yang disasar adalah aliran sungai Tukad Buaji (Rangda) Kelurahan Panjer.
Baca juga: 100 Truk Sampah Diangkut dari Tukad Teba Pemecutan Kelod Denpasar, 2 Alat Berat Dikerahkan
Kegiatan ini juga sekaligus untuk mengedukasi warga agar selalu menjaga perilaku tidak membuang sampah ke aliran sungai.
Adapun jenis kegiatan yang dilakukan pada pembersihan sungai, meliputi pengambilan sampah dengan jaring sampah, penggelontoran serta juga pengerukan sedimentasi sungai.
Baca juga: 100 Truk Sampah Diangkut dari Tukad Teba Pemecutan Kelod Denpasar, 2 Alat Berat Dikerahkan
Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Kota Denpasar, Gandhi Dananjaya Suarka mengatakan pihaknya memiliki 90 orang personel lapangan yang tersebar di 4 kecamatan.
Setiap harinya bertugas menyusuri beberapa lokasi sungai di Kota Denpasar untuk melaksanakan pembersihan.
Baca juga: Sampah di Tukad Teba Denpasar Merupakan Sampah Rumah Tangga yang Sengaja Dibuang ke Sungai
“Aksi bersih sungai ini adalah program rutin kami, di mana ada 5 sistem drainase inti Kota Denpasar yang menjadi fokus kami. Yakni, Tukad Badung, Tukad Ayung, Tukad Mati, Tukad Niti Mandala dan Tukad Pemogan,” katanya, Senin 28 Agustus 2023.
Selain pada sistem drainase inti, Gandhi menambahkan, ada juga sub atau anak anak sungai lainnya seperti Tukad Punggawa, Tukad Ngenjung, Tukad Buaji dan lainnya yang menjadi atensi jajaran Tim PUPR.
Baca juga: BREAKING NEWS: Tukad Teba Desa Pemecutan Kelod Denpasar Dipenuhi Sampah Sepanjang 600 Meter
“Pembersihan pada alur-alur sungai itu perlu secara rutin dilaksanakan karena sungai sungai tersebut adalah pengendali banjir utama (primer) di Kota Denpasar. Selain itu, kami juga melakukan pembersihan pada drainase, baik di sudut kota maupun drainase perumahan sebagai drainase sekunder,” katanya.
Gandhi Dananjaya juga berharap, gerakan aksi bersih sungai dapat juga didukung dengan kepedulian masyarakat untuk bersama sama menjaga lingkungan sungai demi mewujudkan Kota Denpasar bersih, lestari, sehat dan berbudaya.
“Kami berharap dukungan masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan, sehingga sungai bersih akan menambah keindahan dan keasrian Kota Denpasar,” katanya. (*)
Berita lainnya di Bersih-Bersih Sungai
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.