Berita Badung
Disperpa Badung Angkat Bicara Soal Harga Babi Turun, Perlu Duduk Bersama Dengan Pemangku Kebijakan
Disperpa Badung Angkat Bicara Masalah Harga Babi Turun, Sebut Perlu Duduk Bersama Dengan Pemangku Kebijakan
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Peternak Babi di Bali seperti Badung mengeluh akan turunnya harga babi dan meningkatnya harga pakan.
Hal itu pun sangat disayangkan pemerintah Kabupaten Badung.
Bahkan pemkab Badung melalui dinas Pertanian dan Pangan tidak bisa berbuat banyak.
Pasalnya semua masalah itu harus dilakukan duduk bersama dengan sengan stakeholter terkait.
Kadisperpa Badung I Wayan Wijana yang dikonfirmasi Rabu 30 Agustus 2023 mengatakan jika harga babi turun diakui oleh peternak yang ada di Badung.
Kendati demikian pihaknya belum bisa berbuat banyak akan hal itu.
"Terkait harga babi yang cendrung menurun diakui oleh para peternak kami di Badung. Selain itu harga pakan juga mengalami kenaikan," kata Wijana.
Pihaknya memperkirakan turunnya harga daging babi kemungkinan disebabkan permintaan daging babi pasca hari raya Galungan mengalami penurunan.
Sehingga populasi babi pasca virus ASF sudah semakin bertambah.
Baca juga: 49 Tim Siaga Rabies Sudah Terbentuk di Jembrana, Upaya Penekanan Kasus Rabies Di Gumi Makepung
"Mungkin karena babi populasinya banyak, sehingga harga terus menurun," ucapnya.
Terkait masalah harga itu, memang sangat tergantung dari permintaan dan penawaran.
Sehingga pihaknya di Dinas Pertanian dan Pangan sulit untuk intervensi.
"Untuk masalah harga ini perlu duduk bersama dengan berbagai stakeholder untuk mencari solusi
Tidak bisa hanya di Badung saja menyelesaikan masalahnya," ucapnya.
Pihaknya mengaku, semua ini harus dilakukan duduk bersama dengan pemangku kebijakan.
Sehingga muncul regulasi yang disepakati bersama.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.