Tali Lift Putus di Ubud

Tragedi Lift Maut di Ayu Terra Resort Ubud, Polisi Belum Tetapkan Tersangka, Owner Akan Diperiksa

Polisi belum menentukan siapa pihak yang bertanggung jawab, terdapat putusnya tali sling lift Ayu Terra Resort di Desa Kedewatan, Ubud, yang menewaska

Tribun-Bali.com / I Wayan Eri Gunarta
Polisi belum menentukan siapa pihak yang bertanggung jawab, terdapat putusnya tali sling lift Ayu Terra Resort di Desa Kedewatan, Ubud, yang menewaskan lima orang pekerjanya. Sebab masih ada berbagai proses yang harus dilalui untuk menentukan hal tersebut. Satreskrim Polres Gianyar yang menangani persoalan ini tidak mau menduga-duga dalam menetapkan tersangka. Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Ario Seno Wimoko, Kamis (7/9) mengatakan, untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka, dibutuhkan proses yang betul-betul matang. Mulai dari pemeriksaan saksi-saksi di TKP, pemeriksaan saksi ahli dan hasil olah TKP dan hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polri. 

TRIBUN-BALI.COM - Polisi belum menentukan siapa pihak yang bertanggung jawab, terdapat putusnya tali sling lift Ayu Terra Resort di Desa Kedewatan, Ubud, yang menewaskan lima orang pekerjanya. Sebab masih ada berbagai proses yang harus dilalui untuk menentukan hal tersebut. Satreskrim Polres Gianyar yang menangani persoalan ini tidak mau menduga-duga dalam menetapkan tersangka.

Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Ario Seno Wimoko, Kamis (7/9) mengatakan, untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka, dibutuhkan proses yang betul-betul matang. Mulai dari pemeriksaan saksi-saksi di TKP, pemeriksaan saksi ahli dan hasil olah TKP dan hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polri.

"Sejauh ini belum ada tersangka, masih terlalu dini. Kita masih menunggu hasil olah TKP dan pemeriksaan dari laboratorium forensik, serta pemeriksaan saksi ahli terkait kelayakan lift inclinator tersebut," ujar AKP Ario Seno.

Pihak yang bertanggung jawab dalam kasus ini akan ditentukan dari mengkonfrontasikan hasil pemeriksaan para saksi di TKP, saksi ahli, hasil olah TKP dan hasil dari labfor. "Setelah ada hasil, barulah kita gelarkan kasus tersebut untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab," ujarnya.

Peristiwa tewasnya lima pekerja Ayu Terra Resort sudah tujuh hari, namun Polres Gianyar masih belum memeriksa owner resort itu. Kapolres Gianyar, AKBP I Ketut Widiada, Kamis (7/9) mengatakan, penyelidikan saat ini masih dilakukan pada para saksi-saksi, mulai dari pegawai Ayu Terra Resort maupun vendor dan teknisi lift. Nantinya akan dilanjutkan pemeriksaan saksi ahli.

Baca juga: Tragedi Lift Maut di Ayu Terra Resort Ubud, Cok Ace Usulkan Polda Bali Sertifikasi Keamanan Hotel

Baca juga: FIRASAT Dek Ani Tentang Tragedi Lift Maut di Ayu Terra Resort Ubud, Ini Curhatannya ke Sang Pacar

Baca juga: Salah Pati Korban Tragedi Lift Maut Ayu Terra Resort, Ini Kata Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan. Sebut mesin lift di Ayu Terra Resort Ubud baru diganti pada Maret 2023 lalu.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan. Sebut mesin lift di Ayu Terra Resort Ubud baru diganti pada Maret 2023 lalu. ((Tribun Bali/Ida Bagus Putu Mahendra))

"Kita sudah layangkan surat kepada Kementerian Ketenagakerjaan dan Fakultas Teknik Universitas Udayana sebagai saksi ahli. Sementara kita baru bersurat, nanti pemeriksaannya sekitar dua hari nanti," ujar Kapolres.

Sementara untuk pemeriksaan owner, AKBP Widiada telah menjadwalkan, Senin (11/9). Dia menjelaskan, pihaknya belum memeriksa owner karena yang bersangkutan masih mengurus asuransi para korban jiwa.

Di tempat lain, jenazah I Wayan Aries Setiawan telah diupacarai di rumahnya di Banjar Abiansemal, Desa Lodtunduh, Ubud. Mendiang Aries, menjadi korban terakhir, dari lima korban, yang kemarin belum dikebumikan.

Pada Kamis (7/9) pagi, pihak keluarga menggelar upacara prosesi pemandian jenazah. Setelah itu dilanjutkan dengan prosesi upacara ala Hindu lainnya. Dan, pada Jumat (8/9), jenazah Aries akan dikremasi sesuai prosesi Upacara Ngaben. Lokasinya di setra/kuburan Desa Adat Lodtunduh.

Kakek mendiang, I Kadek Jaya mengatakan, prosesi pengabenan menggunakan petulangan berupa singa merah. Sebab, kata dia, Aries merupakan keturunan dari krama inti di Desa Lodtunduh. "Petulangan singa merah, sudah dari turun temurun. Karena keluarga kami pengelingsir di jagad Lodtunduh, bahkan sebelum adanya puri," ujar Jaya.

Dikatakannya, pada Jumat (8/9), prosesinya cukup padat, mulai dari ngaben, dilanjutkan dengan nganyut, nyekah, lalu meajar-ajar ke Goa Lawah. Prosesi tersebut, kata dia, selain dibantu oleh sanak keluarga, juga dibantu oleh krama adat. "Yang ikut sanak keluarga, banjar adat dan teman-teman dekat," ujarnya. (weg)



DUKA - Suasana duka di rumah I Wayan Aries Setiawan, di Banjar Abiansemal, Lodtunduh, Ubud, Gianyar, Kamis (7/9). Hingga hari ketujuh peristiwa jatuhnya lift di Ayu Terra Resort Ubud yang menewaskan lima orang, polisi belum menetapkan tersangka.
DUKA - Suasana duka di rumah I Wayan Aries Setiawan, di Banjar Abiansemal, Lodtunduh, Ubud, Gianyar, Kamis (7/9). Hingga hari ketujuh peristiwa jatuhnya lift di Ayu Terra Resort Ubud yang menewaskan lima orang, polisi belum menetapkan tersangka. (Tribun-Bali.com/I Wayan Eri Gunarta)

Kalau Safe First, Tak Akan Terjadi

AHLI Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Lift di Bali, I Ketut Suteja Kumara, yang juga Anggota DPRD Kota Denpasar mengatakan, jika semua pihak menerapkan safety first, tentunya tragedi mengenaskan tersebut tidak akan terjadi.

“Ini menjadi pembelajaran semua pihak. Dalam pekerjaan harus memprioritaskan K3 dalam bekerja. Bukan hal yang enteng, harus betul-betul dicermati, baik dari kontraktor lift dan pemiliknya. Selain itu petugas yang melakukan maintenance juga harus betul-betul memiliki kemampuan pada bidang lift. Ini yang harus diperhatikan. Kesannya K3 itu sepele. Banyak pihak tidak memahami K3, bahkan ada yang betul-betul mengabaikan safety first . Saya kebetulan ahli k3 lift sering menyampaikan itu," jelasnya, Kamis (7/9).

Dia mengatakan, mengenai pemasangan lift, ada tiga hal yang harus diperhatikan. Pertama, fabrikasi yaitu pembuatan lift termasuk dalamnya desain dan safety yang dilaksanakan. Kedua, pemasangan lift harus dilakukan orang berkompeten, memiliki kemampuan yang baik dan termasuk kemampuan safety first. Ketiga, perawatan lift harus dilakukan orang memiliki ahli dan juga memiliki kemampuan yang baik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved