Tali Lift Putus di Ubud

Tragedi Lift Maut di Ayu Terra Resort Ubud, Cok Ace Usulkan Polda Bali Sertifikasi Keamanan Hotel

Sementara untuk hotel di bawah bintang tiga proses sertifikasinya akan dilakukan oleh PHRI cabang (kabupaten/kota) bersama Polres/Polresta setempat.

Zaenal/Tribun Bali
Cok Ace menyampaikan, bahwa belajar dari peristiwa tali lift putus di Ayu Terra Resort Ubud, yang kemudian menelan korban jiwa dan tewas mengenaskan.  Maka ia meminta hotel-hotel harus memenuhi syarat-syarat, atau ketentuan keamanan dan keselamatan fasilitas yang ada di dalam hotelnya.  

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, atau lebih akrab disapa Cok Ace, turut berduka atas tragedi lift maut di Ubud yang menelan korban jiwa

Cok Ace menyampaikan, bahwa belajar dari peristiwa tali lift putus di Ayu Terra Resort Ubud, yang kemudian menelan korban jiwa dan tewas mengenaskan. 

Maka ia meminta hotel-hotel harus memenuhi syarat-syarat, atau ketentuan keamanan dan keselamatan fasilitas yang ada di dalam hotelnya. 

“Belajar dari kejadian yang terjadi di Ayu Terra Resort Ubud, hendaknya teman-teman di PHRI, terutama terkait engineering coba pastikan syarat-syarat yang diharuskan terpenuhi apa saja, semuanya harus terpenuhi,” tegas Cok Ace usai, menghadiri pembukaan Bali Interfood 2023 di BNDCC Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis 7 September 2023.

Baca juga: Keluar Penjara 8 Bulan Lalu, Residivis Pembunuhan Jadi Pelaku Pencurian di Klungkung

Baca juga: Penuh Haru! Momen Putri Ariani Melompat dan Peluk Sang Ayah Usai Pengumuman Lolos ke Final AGT 2023

Ketua PHRI Bali Cok Ace memberikan keterangan terkini mengenai Ayu Terra Resort Ubud usai menghadiri Bali Interfood 2023.
Ketua PHRI Bali Cok Ace memberikan keterangan terkini mengenai Ayu Terra Resort Ubud usai menghadiri Bali Interfood 2023. (Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)

 

 

Selain itu, pihaknya juga meminta meskipun belum waktunya uji kelayakan terhadap tram lift bagi hotel yang memiliki fasilitas itu, hendaknya rutin melakukan pengecekan atau pemeliharaan secara berkala.

 

“Kalau pun jadwalnya belum harus diuji lagi kelayakannya, kejadian-kejadian alam seperti gempa dan lain sebagainya tentu memengaruhi daripada mutu ataupun kualitas itu. Tidak ada salahnya tiap saat kita cek-cek kembali agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi,” imbuh Cok Ace.

 

Mengenai pengurangan tali sling, ia mengatakan jika ada perubahan penggunaan jumlah tali sling setelah uji kelayakan semestinya dilaporkan kembali.

 

Masih ada argumentasi katanya satu tali sling tetap kuat daripada tiga, ini tentu perlu kajian penuh dari pihak yang terkait menanganinya.

 

“Kalau saya melihat hasil pemeriksaan di bulan November 2022 itu, ada beberapa poin-poin yang di cek, tali sling, ketahanan beton dan lain sebagainya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved