Tali Lift Putus di Ubud
Iring-iringan Pengabenan Korban Ayu Terra Resort akan Bergerak ke Setra Desa Lodtunduh Siang Ini
Berikut ini adalah update rangkaian upacara pengabenan salah satu korban meninggal akibat putusnya tali lift di Ayu Terra Resort Ubud
"Kami meminta permakluman pengguna jalan, agar terlebih dahulu mencari jalur lain, demi kebaikan kita bersama," ujarnya.
Kalimat Terakhir
Aries merupakan satu dari lima orang pegawai Ayu Terra Resort, Desa Kedewatan, Ubud yang menjadi korban tewas saat tali lift terbuka yang dinaiki putus, lalu jatuh dalam kecepatan tinggi ke dasar lift dengan jarak kisaran 100 meter.
Ayah mendiang Aries, I Made Suarsa saat ditemui di rumahnya, masih terlihat berduka, matanya sembab dan sesekali air matanya membasahi pipinya.
Kepada Tribun Bali, ia menjelaskan jika dirinya tidak memiliki firasat sedikitpun terkait meninggalnya Aries.
Namun sebelum kejadian ini, mendiang sempat berpamitan sama ibunya.
"Tidak ada firasat. Tapi kemarin dia pamitan sama ibunya, yang saat itu ibunya sambil nyapu. "Buk panit, saya kerja," ujar Suarsa.
Iapun tak menyangka pada Jumat 1 September 2023 siang, ada teman Aries yang mengirimkan pesan Facebook, yang mengabarkan Aries kecelakaan kerja. Awalnya ia mengira hanya kecelakaan kerja biasa.

"Kemarin terima kabar dari teman kerja anak saya lewat pesan FB. Posisi tyang lagi bekerja. Bahasanya, "Pak Aries kecelakaan di tempat kerja,". Awalnya saya santai, paling kecelakaan biasa. Lalu lagi ada temannya yang inbox, "Pak bisa ke Ayu Terra sekarang Aries kecelakaan," ujar Suarsa mengisahkan.
Baca juga: Kasus Tragedi Lift Maut di Ubud, Pengacara Bantah Ayu Terra Resort Kurangi Tali Sling Lift!
"Lalu saya telepon yang ngirim pesan. Tapi yang ngangkat telepon itu cewek, sementara yang inbox saya cowok. Asumsi saya awalnya penipu. Tapi setelah saya tanya-tanya katanya tali liftnya putus," ujar Suarsa.
Setelah itu, Suarsa pun mendatangi tempat kerja anaknya, yang hanya berjarak sekitar empat menit dari tempat kerjanya.
"Saya sampai ke sana, sekitar 4 menit. Saya lihat di sana sudah banyak orang. Saya belum dapat info kondisi anak saya. Tapi saya hanya disuruh sabar. Tapi sampai 1 jam saya di lobi, tapi anak saya masih di bawah. Di situ saya yakin, anak saya sudah meninggal," ujar Suarsa lalu menangis.
Suarsa mengenang anaknya tersebut merupakan pemuda berprestasi.
Dimana semasa hidupnya, Aries merupakan atlit futsal yang kerap dipinjam oleh tim lain, dan juga telah memiliki banyak perhargaan di bidang futsal.
"Sosok Aries, dia di masyarakat banyak teman. Apalagi dia aktif di olahraga futsal. Jadi banyak yang minjem. Prestasi dia punya. Banyak piala dan piagam," ujarnya.
Suarsa mengatakan, pasca kejadian ini, pihaknya akan menggelar upacara pengabenan untuk Aries pada 8 September 2023.
"Rencana kita abenkan langsung nyekah. Tanggal 7 September jenazah pulang, tanggal 8 langsung nyekah," ujarnya.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.