Tali Lift Putus di Ubud
Tragedi Lift Maut di Ayu Terra Resort Ubud, Polisi Belum Tetapkan Tersangka, Ini Kata Ahli K3 Lift
Selain itu petugas yang melakukan maintenance, juga harus betul-betul memiliki kemampuan pada bidang lift. Ini yang harus diperhatikan.
TRIBUN-BALI.COM - Ahli Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Lift di Bali, I Ketut Suteja Kumara, yang juga anggota DPRD Kota Denpasar mengatakan, jika semua pihak menerapkan safety first, tentunya tragedi lift maut yang mengenaskan di Ayu Terra Resort Ubud tidak akan terjadi.
“Ini menjadi pembelajaran semua pihak. Dalam pekerjaan harus memprioritaskan K3 dalam bekerja. Bukan hal yang enteng, harus betul-betul dicermati, baik dari kontraktor lift dan pemiliknya.
Selain itu petugas yang melakukan maintenance, juga harus betul-betul memiliki kemampuan pada bidang lift. Ini yang harus diperhatikan.
Kesannya K3 itu sepele. Banyak pihak tidak memahami K3, bahkan ada yang betul-betul mengabaikan safety first . Saya kebetulan ahli k3 lift sering menyampaikan itu," jelasnya, Kamis (7/9).
Baca juga: Mendiang Aries, Korban Jiwa Tragedi Lift Maut di Ubud, Minta Agar Dikremasi Bersama Arlojinya
Baca juga: TRAGEDI Maut Tali Lift Putus di Ubud Beri Duka Mendalam, Polres Gianyar Belum Tetapkan Tersangka!
Baca juga: TRAGEDI Maut Tali Lift Putus di Ubud Beri Duka Mendalam, Polres Gianyar Belum Tetapkan Tersangka!

Dia mengatakan, mengenai pemasangan lift, ada tiga hal yang harus diperhatikan. Pertama, fabrikasi yaitu pembuatan lift termasuk dalamnya desain dan safety yang dilaksanakan. Kedua, pemasangan lift harus dilakukan orang berkompeten, memiliki kemampuan yang baik dan termasuk kemampuan safety first. Ketiga, perawatan lift harus dilakukan orang memiliki ahli dan juga memiliki kemampuan yang baik.
“Setelah lift dioperasikan berdasarkan UU kesehatan dan keselamatan kerja secara periodik lift dan safety harus dilakukan riksa uji. Kalau tiga hal berjalan dengan baik, kecil kemungkinan terjadi kecelakan," tambahnya.
Meski ownernya mengatakan lift tersebut layak digunakan hingga November mendatang tentu belum cukup, Suteja mengatakan safety sangat mungkin setiap saat berubah. Kondisinya dan performnya bisa berubah. Makanya penting peran dari orang yang melakukan maintenance lift harus ada orang yang memiliki kemampuan.
“Belum lift macet dan terjebak. Kalau safety bekerja dengan baik, tidak ada yang terjebak dan menimbulkan kecelakaan. Misalkan sling putus itu. Sebenarnya risiko sling putus hampir 0 persen kalau mau dicermati ketentuan K3 Lift, bila perlakukan terhadap lift benar. Misalnya dalam peraturan safety kalau sling lift sampai mengecil 10 persen maka sling lift atau wire rope itu harus diganti," paparnya.
Misalnya jika ada putus satu rambut wire rope putus satu itu mengindikasi over tension harus diganti sling liftnya. Harus ada yang paham dengan dengan lift. Hal mesti dipahami sebelum dipakai setiap saat diperiksa semua safety device apakah bekerja atau tidak. "Satu safety tidak bekerja lift seharusnya tidak akan hidup dan bekerja karena safety dihubungkan secara serial," katanya.
Disinggung tragedi yang baru-baru ini terjadi, kata Suteja ia tidak bisa menyalahkan siapapun harus dilakukan penelitian mendalam. Tapi, yang bisa diambil dengan kejadian ini jadi pembelajaran yang seksama. Seluruh komponen harus memperhatikan dan mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja.
Lantas ada hubungan dengan di tebing atau jurang? Suteja mengaku tidak ada pengaruhnya. Jika dirawat dengan benar semua akan berjalan dengan baik. Diakuinya kejadian di Ubud ini memberikan rasa traumatik pemakai lift karena kesalahan ini.
Idealnya pemeriksaan periodik dilakukan Dinas Tenaga Kerja yang memiliki kewenangan sebagai pegawai pengawas K3 bersama dengan PJK3 (perusahaan jasa Kesehatan dan keselamatan kerja) yang bertugas memeriksa setiap tahun dan menguji sarana safety lift. "Kalau betul dilakukan safety berfungsi dengan baik dan setiap hari operasional lift itu dikawal engineering yang memiliki kemampuan yang baik, diberitahu dan diajari lift sesungguhnya menjaga, itu tidak akan terjadi," harapnya.
Ia menjelaskan, dalam lift jenis tersebut ada tiga safety saat meluncur yakni safety blok, safety brake (pengereman) safety speed governor. Safety speed governor yang bekerja berbarengan dengan safety block kalau terjadi pergerakan upnormal melebihi ketentuan yang sudah direncanakan, safety speed governor yang bekerja menarik satu tuas, tuas yang menarik sling safety block.
“Itu letaknya biasanya di bawah car itu akan memukul rel besi dengan besi lift itu tidak bisa meluncur," terangnya.
Ditanya lagi mengenai lift di Ayu Terra, Suteja tidak bisa mengomentari terlalu dalam karena tidak ikut meneliti. Seperti dijelaskan, jika ada tiga safety akan bekerja dengan baik, tidak akan masalah. "Saya tidak ikut penelitian itu. Rem darurat, di luncur tiga safety block dan speed governor safety. Semua bekerja dengan baik tidak ada masalah.
Ayu Terra Resort Ubud
tragedi lift maut
tali lift putus
Ahli Kesehatan dan Keselamatan Kerja
DPRD
Denpasar
safety first
Kontraktor Lift Ayu Terra Resort Ubud Bali Kecewa, Mujiana Divonis 1 tahun 6 bulan |
![]() |
---|
BREAKING NEWS: Owner Ayu Terra Resort Bali Vincent Juwono di Sidang Hari Ini |
![]() |
---|
Alat Pendeteksi Owner Ayu Terra Ubud Terkoneksi Internet, Dipantau Kejari Gianyar dan Kejati Bali |
![]() |
---|
Berita Bali Terkini: Bos Ayuterra Jadi Tahanan Rumah, Ini Respon Keluarga Korban Lift Maut Gianyar |
![]() |
---|
UPDATE: Owner Ayu Terra Ubud Dipasangi Alat Pendeteksi dan Diawasi JPU, Tersangka Jadi Tahanan Rumah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.