Pj Bupati Gianyar

Setelah Resmi Selesai Menjabat Bupati Gianyar, I Made Agus Mahayastra Akui Perasaannya ‘Plong’

Made Mahayastra mengatakan perasaannya telah ‘plong’ usai lima tahun menjadi Bupati di Gumi Seni.

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Mei Yuniken
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
I Made Agus Mahayastra, Bupati Gianyar Periode 2018-2023 

Namun dengan kejeliannya, Pemerintah Kabupaten Gianyar berhasil mendapatkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai Rp 500 miliar dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat, sehingga pembangunan di Gianyar dapat berjalan dan terlaksana dengan baik.

3). Untuk menggerakkan roda perekonomian, Bupati Mahayastra juga membangun berbagai fasilitas umum, mulai dari Pasar Rakyat Gianyar, Pasar Tematik Ubud, Pasar Seni Sukawati blok A, B, dan C serta pasar-pasar desa.

4). Dalam menata keindahan kota, juga dibangun Alun-alun Gianyar, Patung Kapten Dipta, Taman Darma Raksata-Raksita, Lampu Kota Gianyar, Taman Subak Petanu, Taman Maheswara, Puspem Payangan, Revitalisasi Stadion Dipta serta perbaikan jalan kabupaten dan desa.

5). Di dalam bidang pendidikan, dengan menyediakan angkutan siswa "Aman Untuk Anak Kita" yang memberi kemudahan transportasi bagi pelajar, penerimaan siswa secara online demi transparansi melalui Aplikasi PPDB, pembangunan Taman Penitipan Anak Negeri pertama di Bali.

Baca juga: DAFTAR Pembangungan Made Mahayastra Semasa Menjabat sebagai Bupati Gianyar selama Satu Periode

6). Di bidang kesehatan yang menjadi fokus kepemimpinanya, Bupati Mahayastra juga memberikan bantuan kesehatan (BK) bagi mayarakat yang ber-KTP Gianyar. Sehingga dengan adanya BK, masyarkat dapat pelayanan gratis di puskesmas, rumah sakit hingga rumah sakit lain yang menjadi rujukan.

Bahkan untuk, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, Bupati Mahayastra merevitalisasi RSUD Sanjiwani dan membangun RSU Payangan guna memperluas layanan kesehatan bagi masyarakat Gianyar Utara yang didukung dengan tenaga medis yang andal.

7). Sebagai daerah wisata yang masyarakatnya kebanyakan menggantungkan hidup di sektor pariwisata. Mahayastra juga mendorong desa menjadi desa wisata, yang akan menjadi pendapatan desa.

Bahkan dirinya sudah mecanangkan Kawasan Wisata Ulapan (Ubud, Tegalalang, dan Payangan) yang dikembangkan dengan model zona wisata.

8). Bidang pertanian dan ketahanan pangan, Mahayastra telah melakukan perbaikan saluran irigasi subak, melakukan demplot dan pengembangan pertanian organik serta mensinergikan kegiatan Pusat Pangan Alami Mandiri Asri dan Nyaman (PUSPA AMAN) dengan Aku Hatinya PKK dan TPS3R.

9). Bahkan untuk mendukung pemerintahan, juga dibangun berbagai aplikasi pelayanan publik, seperti PPDB, Gianyar Aman, PPID, Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (LAPOR!-SP4N), E-Surat, Probity Audit, Data Sosial, dan Dashboard Pimpinan.

(*)

Laporan Wartawan Tribun Bali – Ni Luh Putu Wahyuni Sari

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved