Pj Bupati Gianyar

Setelah Resmi Selesai Menjabat Bupati Gianyar, I Made Agus Mahayastra Akui Perasaannya ‘Plong’

Made Mahayastra mengatakan perasaannya telah ‘plong’ usai lima tahun menjadi Bupati di Gumi Seni.

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Mei Yuniken
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
I Made Agus Mahayastra, Bupati Gianyar Periode 2018-2023 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Usai sudah jabatan I Made Agus Mahayastra menjadi Bupati Gianyar periode 2018-2023.

Ketika ditemui di acara pelantikan PJ Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengatakan perasaannya telah ‘plong’ usai lima tahun menjadi Bupati di Gumi Seni.

“Tentu plong, karena lima tahun itu pekerjaan yang tidak mudah kita selalu berhadapan dengan persoalan yang pelik. Datang bisa bersamaan persoalannya dalam satu sekian persoalaan. Tentunya harus menyelesaikan dengan cepat karena disana ada  pelayanan, di sana ada pembangunan dan  ada urusan pemerintah pusat yang harus diselesaikan. Lima tahun berjalan dengan baik,” jelasnya pada, Rabu 20 September 2023.

Ia bersyukur karena selama kepemimpinannya, masyarakat Gianyar cukup senang terbukti dari survei yang ia lakukan hasilnya tingkat kepuasan masyarakat cukup tinggi.

Disinggung mengenai tingkat kemiskinan yang tinggi di Gianyar, Made Mahayastra mengatakan itu hanya kerak.

Baca juga: Gianyar Sumbang Kasus Kemiskinan Ekstrem dan Angka Stunting Tinggi di Bali, Jadi PR Pj Bupati Baru

“Kemiskinan yang tinggi kerak lho. Kalau bicara kerak kemiskinan itu tanggung jawab Negara. Kalau bicara kemiskinan kita kecil. Kita hanya 7 ribu, itu 2 persen tidak sampai.

Apa itu Kerak? Kerak Itu tidak mungkin tumbuh kembangkan menjadi keluar kecuali bantuan negara karena tidak bisa bekerja mungkin karena cacat, jompo, tidak punya keluarga di samping. Itu namanya kerak kemiskinan,” imbuhnya.

Lebih lanjutnya ia menerangkan, kerak kemiskinan di Gianyar merupakan sisa- sisa dari kebijakan yang tidak bisa diambil pemerintah.

Menurut data yang ia miliki kurang lebih jumlah kemiskinan berada pada angka 7000 dari 500 ribu masyarakat Gianyar.

Data yang paling akurat dapat ditemukan di masing-masing Banjar. 

“Orangnya tahu, tempatnya tahu, rumahnya tahu WC-nya tahu yang menggunakan listrik berapa.  Kita dari lima tahun sudah ada data. Yang data  disampaikan itu BPS, dengan cara sampling, kita data akurat, bisa cek,” tandasnya.

Angka kemiskinan di Gianyar dikatakan Made Mahayastra maksimal satu Desa sekitar 100 penduduk.

Seperti di Peliatan Ubud 14 orang dari 8000 orang.

Sebelumnya ia berencana terdapat 10 desa yang akan ia nol-kan kemiskinannya namun terhambat karena Covid-19.

Menurutnya selama lima tahun menjadi Bupati, sudah keseluruhan tugas ia kerjakan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved