Tali Lift Putus di Ubud

Lift dengan 1 Sling Bukan Cuma di Ayuterra Resort, PHRI Bali Minta Semua Hotel Utamakan Keselamatan

Ketua BPD PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengatakan, terkait kejadian di Ayuterra Resort Ubud.

Istimewa
Wagub Cok Ace saat meninjau lokasi tragedi lift maut di Ayuterra Resort Ubud beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM  - Selain Ayuterra Resort Ubud, polisi menemukan fakta bahwa ada resort lain di Bali yang juga menggunakan satu tali sling lift. Polisi mengetahui hal tersebut setelah kontraktor Ayuterra Resort Ubud, Mujiana ditetapkan sebagai tersangka dan dari sana polisi mendapatkan informasi bahwa, selain di Ayuterra, Mujiana juga menjadi teknisi di beberapa resort di Gianyar.

Ketua BPD PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengatakan, terkait kejadian di Ayuterra Resort Ubud, PHRI tidak mempunyai kapasitas untuk menentukan layak atau tidaknya penggunaan lift pada satu hotel.

“Sebagai asosiasi yang anggotanya para pemilik hotel dan restoran, kami berharap agar pihak-pihak terkait untuk lebih memperhatikan kelayakan penggunaan fasilitas lift tersebut,” jelasnya, Rabu (4/10).

Terlebih, Cok Ace melanjutkan, lift mempunyai risiko tinggi terhadap keselamatan penggunanya. Ia pun menegaskan agar peristiwa seperti di Ayuterra Resort Ubud tidak terulang lagi karena ini berdampak sangat buruk terhadap perkembangan pariwisata Bali.

Sementara itu, Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, I Gusti Agung Rai Suryawijaya mengatakan, terkait sling dan lift itu bersifat teknis. Sehingga ia mengimbau, apa pun yang dilakukan sesuai SOP. Jangan sampai kenyamanan tidak dinomorsatukan dan jangan sampai perawatan lift jadi terbengkalai.

Baca juga: Tol Gilimanuk-Mengwi Berlanjut 2024,Konsorsium Presentasi ke PJ Gubernur Bali,Target Tuntasnya 2027

Baca juga: Kemiskinan Ekstrem di Denpasar Capai 2,9 Persen, Arya Target di Bawah 1 Persen pada Akhir Tahun

Baca juga: 4 Usaha Galian C Kena Surat Peringatan, Sejak Lama Beroperasi di Zona Pelarangan Alat Berat

Ketua PHRI Bali, Cok Ace.
Ketua PHRI Bali, Cok Ace. (Istimewa)

“Justru akan sangat membahayakan, apalagi menyangkut nyawa manusia. Kan sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka kan. Ini sangat berbahaya bagi kita. Jadi kita imbau jangan coba main-main untuk keselamatan. Keamanan nomor satu, baik untuk tamu dan karyawan kita. Itu kan vital sekali lift dipakai setiap hari,” kata Rai.

PHRI sendiri tak mencatat hotel atau resort yang menggunakan tali sling satu untuk kegiatan operasionalnya. “Kalau informasi itu ke dinas terkait. Kita tidak sedetil sampai situ. Kita PHRI hanya mendaftarkan anggota sesuai dengan yang sudah punya izin. Kalau hal teknis seperti itu pada saat mengajukan IMB, teknisnya di sana,” katanya.

Seperti diberitakan, Polres Gianyar mengumumkan tersangka dalam tragedi putusnya tali lift di Ayuterra Ubud, yang menyebabkan lima orang pekerja meninggal dunia. Tersangka dalam tragedi ini ialah Mujiana selaku mekanik lift atau rekanan yang memasang lift inklinator di Ayuterra Resort Ubud dan Vincent Juwono selaku owner Ayuterra Resort yang memesan lift tersebut pada Mujiana.

Kapolres Gianyar, AKBP I Ketut Widiada dalam konferensi pers di lobi Mapolres Gianyar, Selasa (26/9) mengatakan, dalam penetapan tersangka ini, pihaknya sudah menjalani berbagai proses berlandaskan saintific investigasi.

"Barang bukti yang kita amankan ada 11 yang diambil dari TKP. Langkah yang sudah dilakukan pada kejadian ini, kami bersama Labfor Polri Cabang Denpasar dan di-backup Ditkrimum Polda Bali kami telah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan forensik terhadap barang bukti," katanya, waktu itu

"Kami telah memeriksa 26 orang saksi dan 6 orang ahli. Berdasarkan keterangan saksi dan ahli, serta hasil labfor dan didukung dengan barang bukti yang sudah disita, kami menyimpulkan terdapat lebih dari dua alat barang bukti untuk menentukan tersangka dalam kasus ini," ujar Kapolres. (sar/weg)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved