Berita Bali
Sebaran Sampah di Jalan-jalan Denpasar, Pj Gubernur: Tidak Elok Bali Tujuan Wisata Dunia
Sejak TPA Suwung Denpasar terbakar dan kegiatan operasionalnya ditutup, masyarakat khususnya di Kota Denpasar menaruh sampahnya di depan rumah
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Pj Gubernur akan memaksimalkan fungsi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu yang ada di Kota Denpasar.
“Kita maksimalkan fungsi TPST, seperti TPST Kertalangu, TPST Padangsambian dan TPST Tahura,” kata mantan staf khusus Mendagri ini.
Sementara untuk wilayah lain, terutama Badung, ia yakin Pemda setempat sudah mampu menyelesaikan.
Selain itu, program pungutan wisatawan asing yang masuk ke Bali, yang rencananya mulai berlaku 14 Februari tahun depan, juga akan diperuntukkan terutama untuk penanganan sampah di Bali. Pj Gubernur asal Gianyar ini pun menegaskan sudah tidak ada kata tidak siap untuk rencana tersebut.
“Siap tidak siap Februari harus jalan, dan Desember akan dilakukan simulasi,” tandasnya di hadapan pengurus Kadin Bali.
Hingga Jumat (27/10) proses pemadaman di TPA Suwung masih dilakukan. Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Ni Made Armadi, mengatakan api di TPA Suwung belum padam.
“Masih di tangani (kebakaran di TPA Suwung), (api) belum padam sekali,” kata Armadi.
Bank Sampah
Sementara itu, untuk mengatasi pengelolaan sampah an-organik, bank sampah telah diterapkan di perkotaan. Salah satunya di Desa Tegal Harum, Monang-maning, Denpasar.
“Kami di Desa Tegal Harum yang berada di perkotaan yang sudah kami ketahui dengan lokasi dan lahan yang sangat terbatas kami siasati dengan mendirikan bank sampah sebagai salah satu wujud kami berperan serta dalam menekan volume sampah yang menumpuk,” kata Perbekel atau Kepala Desa Tegal Harum, Komang Adi Widiantara, Jumat.
Pemilahan sampah di Bank Sampah Tegal Harum berbasis sumber sesuai Pergub 2019. Sampah rumah tangga yang sudah dipilah akan diolah di rumah tangga kemudian nantinya sampah residu akan dikirimkan ke TPA atau depo sampah.
Jenis sampah yang bisa masuk ke bank sampah yakni sampah anorganik seperti plastik, besi, botol kaca yang bisa bernilai ekonomis.
“Sampah organik seperti daun itu bisa diolah menjadi pupuk kita olah dengan komposter yang sudah beberapa tempat diberikan wadah. Secara efektivitas sudah bergerak, namun di perkotaan lebih banyak sampah industri dan sampah rumah tangga yang tidak bisa diolah. Untuk menyiasatinya, mau tidak mau, tetap membuang sisa sampah ini ke TPA atau depo sampah,” bebernya.
Dengan adanya bank sampah, kata Widiantara, dapat mengurangi sampah anorganik di lingkungan Tegal Harum 20-30 persen. Bank sampah ini dibangun sejak 2020 dan kini jumlahnya sudah 8 unit.
Sementara terkait tutupnya TPA Suwung Desa Tegal Harum membuang sampah ke TPA terdekat yakni memiliki TPA Monang-maning, Namun di TPA Monang-Maning sampahnya sudah menumpuk.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.