Berita Bali

Sebaran Sampah di Jalan-jalan Denpasar, Pj Gubernur: Tidak Elok Bali Tujuan Wisata Dunia

Sejak TPA Suwung Denpasar terbakar dan kegiatan operasionalnya ditutup, masyarakat khususnya di Kota Denpasar menaruh sampahnya di depan rumah

Tribun Bali/ Ni luh Putu Wahyuni Sari
Masyarakat di Kota Denpasar banyak yang menaruh sampahnya di depan rumah, Jumat (27/10/2023), menyusul tidak beroperasinya TPA Suwung akibat kebakaran. Akibatnya terlihat pemandangan sampah yang menumpuk di ruas-ruas jalan Kota Denpasar. 


“Sempat kita mencoba alternatif membuang sampah di TPA lain, namun TPA tersebut terbakar. Saat TPA Suwung tutup bank sampah lumayan membantu mengurangi sampah anorganik 20-30 persen,” katanya. 


DPRD: Tak Bisa Dibiarkan


WAKIL Ketua DPRD Bali, Dr Nyoman Sugawa Korry mengatakan, akhir-akhir ini di Bali berkembang fenomena yang cukup krusial, yaitu masalah sampah.

Dikatakan krusial karena tidak tertanganinya masalah sampah secara komprehensif mulai menimbulkan dampak cukup serius, di antaranya kebakaran di tempat pembuangan akhir, dengan segala dampak ikutannya.


“Masalah seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Harus ada upaya yang bisa mengatasi masalah sampah dari hulu sampai hilir. Belum tertanganinya sampah secara komprehensif, karena belum ada upaya untuk menangani di tingkat hulu, perubahan sikap dan perilaku masyarakat dan aparat desa melalui Bumdes harus digerakkan secara masif.

Caranya, secara maksimal sampah termanfaatkan menjadi hal yang berguna dan bernilai ekonomis,” kata Sugawa, Jumat (27/10).


Sugawa mengatakan, pemerintah bisa hadir dengan membantu teknologi, pelatihan, sertifikasi dan insentif. Seluruh produknya ditampung oleh pemerintah, kalau tidak terserap oleh masyarakat petani.

Out put sampah dari tingkat hulu diusahakan seminimal mungkin. Kalau memungkinkan zero out put. Terhadap lembaga-lembaga atau usaha yang memproduksi sampah besar, seperti pasar, industri dan lain- lain diwajibkan produk sampahnya diolah menjadi zero out put.


“Untuk selanjutnya di tingkat tempat pembuangan akhir, pemerintah memberikan peluang atau dengan karpet merah kepada industri pengolahan sampah dengan menggunakan teknologi modern yang ramah lingkungan."

"Masalah sampah di Bali, sudah sangat serius. Sudah saatnya diambil kebijakan yang komprehensif terkait penanganan sampah,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved