Berita Klungkung
Plt Bupati Klungkung Made Kasta: Krisis Air di Nusa Penida Juga Pengaruhi Stunting
Plt Bupati Klungkung Made Kasta: Krisis Air di Nusa Penida Juga Pengaruhi Stunting
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Fenty Lilian Ariani
SEMARAPURA,TRIBUN-BALI.COM - Kasus stunting masih menjadi sorotan di Klungkung. Meskipun dalam beberapa tahun terakhir, kasus stunting di Klungkung menujukan tren penurunan.
Plt Bupati Klungkung I Made Kasta, yang menjadi Ketua Tim Penanganan Stunting menceritakan, bagaimana kondisi yang mempengaruhi dalam angka stunting di Kabupaten Klungkung.
"Ada beberapa permasalahan, yang juga berkontribusi terhadap angka stunting di Klungkung," ujar Made Kasta seusai kegiatan promosi dan KIE percepatan penurunan stunting, Kamis, 16 November 2023.
Ia mencontohkan di Nusa Penida, yang menurutnya permasalahan krisis air bersih sangat berpengaruh terhadap kondisi stunting pada anak.
Anak yang mengalami stunting, banyak ditemukan di desa-desa yang kesulitan air bersih.
"Kalau di Nusa Penida, permasalahan air juga pengaruh ke stunting. Jadi wilayah tidak ada layanan air bersih, sanitasinya tentu kurang bagu, pemenuhan gizi juga kurang baik," ungkap Made Kasta.
Sehingga menurutnya pentingnya pemenuhan dasar masyarakat seperti air bersih, selain makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak.
"Selain itu, pemahaman masyarakat terkadang masih kurang. Inilah pentingnya terus memberikan pemahaman ke masyarakat tentang stunting ini," jelas Made Kasta.
Ia mengatakan, untuk tahun ini angka stunting di Klungkung 4,7 persen.
Baca juga: PUPR Karangasem Cek dan Ukur Belasan Kios yang Terbakar, 12 Kios Akan Segera Direnovasi
Turun dibandingkan tahun sebelumnya yang menjadi kisaran 7 persen.
"Semoga melalui kegiatan ini dapat menciptakan komitmen dari seluruh instansi dalam menangani permasalahan stunting dan dapat melaksanakan program yang sudah dirancang sebelulnga dengan baik," harap I Made Kasta.
Perbekel Desa Gelgel I Wayan Sudiantara menyampaikan, di wilayahmya dari tahun ke tahun sudah mengalami penurunan kasus. Tahun lalu terdapat 19 kasus Stunting dan saat ini sudah menjadi 9 kasus.
Sementara Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Sarles Brabar dalam sambutannya menyampaikan, masalah stunting menjadi isu internasional.
Apabila tidak bisa menangani stunting secara optimal dan bersama-sama, maka ke depan akan dihadapkan kepada generasi kurang gizi.
Berimbas kepada tingkat intektual dan persaingan generasi ke depan di tingkat global.
"Saya bangga karena Provinsi Bali dapat mencapai 8 persen kasus stunting," ujar Sarles Brabar.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.