Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bangli

Empat Warga Bangli Jadi Korban Gigitan Anjing Rabies

Kasus rabies di Bangli masih terjadi, walaupun 80 persen anjing di Bangli telah divaksin.

Tayang:
Tribun Bali/dwi suputra
Ilustrasi rabies - Empat Warga Bangli Jadi Korban Gigitan Anjing Rabies 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kasus rabies di Bangli masih terjadi, walaupun 80 persen anjing di Bangli telah divaksin.

Kasus terbaru, gigitan anjing rabies terjadi di dua desa, yakni Banjar Kubusuwih, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku dan Banjar Lampu, Desa Catur, Kecamatan Kintamani. 


Diketahui, kasus tersebut terjadi pada Jumat (24/11/2023). Total ada empat korban, tiga di antaranya dari Banjar Kubusuwih dan satu korban dari Banjar Lampu. 

Baca juga: Kasus Rabies di Bali Tahun 2023, Kasus Gigitan 62 Ribu, Meninggal 6 Orang


Kabid Keswan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli, I Made Armana mengatakan, anjing yang menggigit di dua desa tersebut merupakan anjing liar.

Pasca terjadi gigitan, pihaknya pun telah turun untuk melakukan uji sampel terhadap dua ekor anjing liar itu.

"Ternyata hasil keduanya positif rabies," ungkapnya. 

Baca juga: Stok Vaksin Anti Rabies Menipis di Bali, Anom: Sudah Tumbuhnya Kesadaran Masyarakat


Lanjut Armana, sebagai bentuk tindak lanjut dari kedua kasus tersebut, pihaknya akan melakukan emercency vaksinasi dan selektif eliminasi di seputran wilayah kasus untuk meminimalisasi penyebaran kasus lebih luas.

Dikatakan pula, para korban sudah dapat penanganan medis dan segera akan diberikan VAR.


Disebutkan pula, hingga kini jumlah kasus positif rabies di kabuaten Bangli mencapai 62 kasus yang tersebar di 4 kecamatan.

Baca juga: 14 Ekor Anjing Positif Rabies di Denpasar, Cakupan Vaksin 86 Persen

Jumlah tersebut menempatkan Bangli pada posisi enam, dari sembilan kabupaten/kota di Bali. 


Di sisi lain Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Bangli, I Wayan Sudarma mengaku, Bangli menerima tambahan VAR dari provinsi sebanyak 1000 vial. Dalam waktu dekat, VAR akan didistribusikan ke puskesmas dan rumah sakit (rabies center). 


"Memang sebelumnya ketersediaan VAR sempat langka. Ini dikarenakan terjadinya keterlambatan distribusi VAR dari produsen di luar Negeri (Perancis)," ujarnya. 

Baca juga: Capaian Vaksinasi Bisa Tekan Kasus Rabies 2024, Jembrana Siapkan 20 Ribu Dosis untuk Tahun Depan


Sudarma menambahkan, pemberian VAR akan dilakukan secara selektif yakni mengacu standar operasional prosedur (SOP) dari Kemenkes.

Pemberian VAR hanya diberikan pada pasien yang digigit hewan penyebar rabies (HPR) yang positif rabies. (*)

 

 

Berita lainnya Rabies di Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved