Berita Bangli

Tiga Tahun Nganggur Akibat Rusak, Tiga Bendung di Bangli Akhirnya Diperbaiki

Tiga Tahun Nganggur Akibat Rusak, Tiga Bendung di Bangli Akhirnya Diperbaiki >>> Anggaran Diusulkan Lewat Dana BKK Provinsi

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Fenty Lilian Ariani
Istimewa
Kondisi salah satu bendung yang mengalami kerusakan 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Tiga tahun nganggur akibat rusak, tiga bangunan irigasi berupa bendung di wilayah Kabupaten Bangli akhirnya mendapat perbaikan.

Anggaran perbaikan tiga bendung tersebut diusulkan lewat Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali tahun 2024.

Tiga bendung tersebut diantaranya bendung Tingkad Batu Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, bendung Tunggak Alas dan Bendung Yeh Badung, Kelurahan Bebalang Bangli.

Tiga bangunan irigasi ini diketahui rusak sejak tiga tahun lalu.

Akibatnya para petani tidak bisa melakukan pola tanam padi, serta berimbas pada penurunan produksi gabah di Bangli. 

Fungsional Teknik Bidang Irigasi dan Sumber Daya Air Dinas PUPR Perkim Bangli, Ida Bagus Adnyana mengatakan, perbaikan tiga bendung berikut saluran irigasi diusulkan lewat BKK Provinsi Bali 2024.

Anggaran yang diusulkan totalnya mencapai Rp 10 miliar. 

"Rinciannya Rp 3,5 miliar untuk perbaikan bendung Tingkad Batu, Rp 2,5 miliar untuk perbaikan bendung Tunggak Alas, Rp 3 miliar untuk perbaikan bendung Yeh Badung. Serta Rp 1 miliar untuk perbaikan saluran irigasi," sebutnya. 

Khusus untuk perbaikan saluran irigasi, imbuhnya, diusulkan menggunakan skala prioritas. Salah satu yang saluran irigasi yang diusulkan yakni daerah irigasi (DI) Bangkiangsidem yang hancur akibat tertimbun longsor tahun lalu. 

Baca juga: Bawaslu Beri KPU Bali Waktu 3 Hari, Minta TPD Ganjar-Mahfud Bali Klarifikasi Soal Niluh Djelantik


Pria asal Banjar Brahmana Pande, Kelurahan Cempaga, Bangli ini menambahkan, sejatinya untuk perbaikan tiga bendung sudah sempat diusulkan tahun 2023. Saat itu usulannya melalui Dana Alokasi Khusus. 

Kendati demikian, karena tidak masuk lokasi prioritas (lokpri) maka pihaknya gagal mengakses anggaran pusat tersebut. Gus Adnyana mengaku terus berupaya mencari ruang agar perbaikan bisa segera dilakukan, dan kebutuhan petani bisa terakomidir. 

"Karenanya di tahun 2024, kami usulkan anggaran perbaikan melalui BKK provinsi. Mudah-mudahan usulan kami bisa terakomodir, sehingga petani bisa kembali beraktifitas lakukan pola tanam padi," harapnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved