Retribusi Wisatawan ke Nusa Penida
Warga Pertanyakan Retribusi Wisatawan ke Nusa Penida, Jalan Masih Rusak, Destinasi Belum Tertata
Pungutan retribusi terhadap wisatawan di Nusa Penida, masih menjadi sorotan warga
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ngurah Adi Kusuma
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Pungutan retribusi terhadap wisatawan di Nusa Penida, masih menjadi sorotan warga.
Meskipun penarikan retribusi sudah diterapkan sejak tahun 2019 lalu, namun menurut warga belum semua infrastruktur di Nusa Penida dibenahi secara tuntas.
Demikian halnya penataan serta fasilitas di destinasi wisata yang juga dianggap masih belum memadai.
Hal ini menjadi pertanyaan seorang warga di Nusa Penida, Gede Mahesa Yasa (35).
Baca juga: Harapan Ketua BEM Unud Soal Mahasiswa Titipan : Jaksa Jangan Takut Ada “Bintang”
Menurutnya sampai saat ini banyak jalan di Nusa Penida yang rusak, termasuk jalan ke destinasi wisata.
"Tidak hanya jalan di sekitar Pelabuhan Banjar Nyuh, jalan menuju destinasi wisata juga banyak rusak," ujar Mahesa, Kamis (7/12/2023).
Ia mempertanyakan, apakah retribusi yang dipungut ke wisatawan tersebut sudah diperuntukan untuk membangun infrastruktur di Nusa Penida.
Serta apakah uang dari hasil retribusi sudah diperuntukan untuk menata dan menambahkan fasilitas di destinasi wisata.
"Penataan di destinasi wisata dari pemerintah apakah sudah berjalan? saya lihat di destinasi populer seperti Broken Beach atau Pantai Kelingking belum ditata dengan baik, fasilitas toilet saja masih susah," ungkap Gede Mahesa Yasa.
Baca juga: Satpol PP Temukan Enam Villa Bodong Berkedok Rumah Tinggal
Ia berharap retribusi terhadap wisatawan ke Nusa Penida bisa dialokasikan sepenuhnya, untuk menunjang pariwisata di Nusa Penida. Semisal untuk infrastruktur dan penataan destinasi.
"Kalau bisa harapan kami, uang hasil retribusi sepenuhnya dialokasikan untuk kepentingan pariwisata di Nusa Penida,”
“Selain itu sistem pungutan retribusi juga harus dibenahi, saya lihat masih dilakukan manual, sangat rentan dengan kebocoran retribusi," ungkapnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung Ni Made Sulistiawati memaparkan, dalam sehari rata-rata pendapatan yang masuk ke APBD Klungkung dari retribusi wisatawan ke Nusa Penida mencapai Rp40 juta,”
“Ia mengatakan anggaran itu juga dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur di Nusa Penida.
"Tahun 2023 ini, Pemkab sudah cukup banyak ruas jalan di Nusa Penida yang diperbaiki,”
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.