Berita Gianyar

Kebakaran Toko Sarana Upakara di Payangan, Pulang Sembahyang Made Dirga Dapati Kios dan Rumah Ludes

Kebakaran Toko Sarana Upacara di Payangan, Pulang Sembahyang Made Dirga Dapati Kios dan Rumah Ludes

|
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Bangunan kios dan tempat tinggal ludes terbakar di Desa Melinggih, Payangan, Gianyar, Bali pada Rabu 3 Januari 2024. 

Selain itu, saat meninggalkan rumah, tidak pernah terjadi korsleting listrik.

"Kerugian toko saja ratusan juta, ditambah bangunan, sepertinya kurang lebih Rp 500 juta," ujarnya.

Dirga mengatakan bahwa kios sarana upakara yang dirintisnya sejak lebih dari 30 tahun itu, merupakan sumber mata pencahariannya.

Meski demikian, pihaknya telah mengiklaskan kejadian ini sebagai musibah.

"Kami menerima sebagai musibah," ujarnya.

Menurut keterangan sejumlah tetangga korban, api pertama kali berada di bangunan yang ada di belakang kios.

"Awalnya asap tebal, posisinya di bangunan tengah-tengah. Saya waktu itu panik, mau menelepon damkar, saya cari nomernya di google tidak ada, akhirnya saya telepon polisi," ujarnya.

Kapolsek Payangan, AKP I Nengah Sona mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran.

"Masih dalam penyelidikan. Namun bersyukur, tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materiil," ujarnya.

Kabid Damkar Gianyar, I Putu Pradana mengatakan, pihaknya menurunkan lima unit mobil damkar, terdiri dari tiga unit Pos Damkar Ubud, satu unit Pos Damkar Sukawati dan Pos Induk Gianyar.

"Dalam pemadaman, kami terkendala akses menuju TKP, terutama di kawasan Ubud. Sebab kondisi lalu lintas sedang macet. Namun atas bantuan polisi lalu lintas dan petugas Dishub Gianyar yang mengatur lalin, sehingga kami bisa datang lebih cepat," ujarnya.

Pradana mengatakan, saat tiba di TKP, kondisi api sudah sangat besar.

Namun beruntung, pihaknya bisa menghalau api tak merembet ke merajan tetangga korban.

Serta berhasil menyelamatkan ATM BRI yang berada di sebelah kios.

"Pemadaman membutuhkan waktu lebih dari satu jam, karena material yang terbakar adalah material yang sangat mudah dilalap api, seperti kain, anyaman bambu dan dedaunan," ujarnya.

(*)
 
 
 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved