Seputar Bali

Dahan Pohon Beringin Sakral Patah di Pura Dalem Jungutbatu, Gapura Hingga Wantilan Rusak

Dahan pohon beringin yang disakralkan di Pura Dalem Desa Jungutbatu, Kecamatan Nusa Penida patah, Rabu (10/1/2024) siang

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ngurah Adi Kusuma
Istimewa
Dahan pohon beringin yang disakralkan di Pura Dalem Desa Jungutbatu, Kecamatan Nusa Penida patah, Rabu (10/1/2024) siang 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Dahan pohon beringin yang disakralkan di Pura Dalem Desa Jungutbatu, Kecamatan Nusa Penida patah, Rabu (10/1/2024) siang. 

Akibatnya, dahan pohon beringin yang ukurannya cukup besar itu, merusak atap wantilan, gapura, hingga beberapa pelinggih di pura tersebut.

Kapolsek Nusa Penida Kompol Ida Bagus Putra Sumerta mengatakan, dahan pohon beringin tersebut tumbang sekitar pukul 13.30 Wita.

Warga yang berada di dekat Pura Dalem Jungutbatu, sempat dilagetkan dengan suara gemuruh yang cukup keras.

Baca juga: Usulan Tenaga Teknis di Bangli Belum Terisi, Tak Ada Rekrutmen CPNS Padahal Sudah Diajukan dari 2022

Pada saat kejadian, sebenarnya tidak ada hujan deras di Desa Jungutbatu, pun angin kencang yang biasanya menyebabkan pohon tumbang.

"Tidak ada hujan, tidak ada angin, dahan pohon beringin itu patah. Dugaan sementara penyebab patahnya dahan pohon beringin tersebut, diperkirakan usianya yang sudah tua dan lapuk," ujar Ida Bagus Putra Sumerta, Rabu (10/1/2023).

Dahan pohon yang berukuran cukup besar tersebut, menimpa banguna pura seperti atap wantilan dan beberapa pelinggih. 

Kerusakan cukup berat, terdapat candi yang hancur ditimpa dahan pohon beringin.

"Atap balai wantilan mengalami kerusakan, demikian halnya salah satu gapura candi. Kerugian dari musibah ini ditafsir mencapai Rp120 Juta," jelas Putra Sumerta.

Baca juga: Salah Paham Tarif Buntut Sopir Taksi Ancam 2 WNA di Seminyak Bali, Duit Rp 50 Ribu Dikira 50 Dolar

Dahan pohon yang patah lalu dievakuasi secara gotong royong, oleh petugas BPBD Klungkung, aparat kepolisian dan TNI, serta aparat desa dan masyarakat setempat.

Perbekel Desa Jungutbatu, I Gede Suryawan mengatakan pohon dahan beringin tersebut patah begitu saja tanpa disebabkan angin ataupun hujan. 

Pohon tersebut selama ini disakralkan oleh masyarakat setempat.

Dahan pohon yang patah mengenai sejumlah tempat suci, dan merusak candi bentar pura serta wantilan yang ada di jaba sisi (sisi luar) bangunan pura. 

“Karena dahan ini cukup besar, jadi merusak sejumlah bangunan ini warga dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung, kemudian dari Polsek Nusa Penida dan TNI juga ikut membantu membersihkannya,” kata Suryawan. (mit)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved