Seputar Bali
Puluhan Los di Tempat Relokasi Tutup, Pedagang Pasar Umum Negara Mengeluh hingga Pindah
Suasana tempat relokasi pedagang Pasar Umum Negara di areal Parkir Kantor Bupati Jembrana nampak sepi aktivitas, Rabu 10 Januari 2024
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ngurah Adi Kusuma
*Pemerintah Data Ulang, Persilakan Dagang Baru Masuk
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Suasana tempat relokasi pedagang Pasar Umum Negara di areal Parkir Kantor Bupati Jembrana nampak sepi aktivitas, Rabu 10 Januari 2024.
Para pedagang pun mengeluh hingga akhirnya sebagiannya memilih pindah.
Akibatnya, los yang dibangun Pemkab Jembrana dan dibuka sejak Agustus 2023 lalu tersebut banyak mubazir.
Pemerintah mengklaim pasar relokasi tak sepi dan bakal mendata ulang kondisi pasar.
Baca juga: Beredar Spanduk Sarkas Untuk Cawapres Nomor Urut Dua di Bali, Satpol PP Nilai Dinamika Politik
Menurut pantauan, kondisi tempat relokasi ini sudah sepi pembeli sejak beberapa bulan terakhir.
Sehari-harinya, tempat relokasi di areal parkir yang terletak di Utara dan Timur Kantor Bupati Jembrana ini hanya diisi aktivitas pedagangnya.
Para pegawai pun nampak tak begitu antusias berkunjung.
"Hanya ada satu dua saja yang belanja. Bahkan, sehari bisa tidak ada pembeli juga," keluh Ibu Ayu pedagang sembako ini, Rabu 10 Januari 2024.
Menurutnya, ada beberapa penyebab yang mengakibatkan pasar relokasi di areal Pemkab Jembrana menjadi sepi pembeli.
Salah satunya jarak dari pelanggan sebelumnya. Kemudian, ada dua tempat relokasi yakni di parkiran Pemkab Jembrana dan Pasar Ijogading.
Baca juga: Terbukti Lakukan Pungli Jembatan Timbang Cekik Jembrana, Nurbawa dan Suputra Divonis Bui 1 Tahun
Faktor tersebut kemudian menyebabkan sejumlah pedagang menjadi "minggat".
"Mungkin jaraknya kesini juga jauh, terus ada pasar yang lebih dekat (Pasar Ijogading). Ya mungkin beralih ke Ijogading," ungkapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Jembrana, I Komang Agus Adinata mengklaim akan melakukan pendataan ulang terkait berapa los yang buka dan berapa yang tutup.
"Termasuk juga menelusuri kenapa tutup dan lain sebagainya. Sementara kita masih pegang data awal saja," kata Agus Adinata saat dikonfirmasi.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.