Berita Jembrana
Penanganan Awal Korban Lakalantas Sangat Penting, Seluruh Anggota Lantas Diberi Pemahaman & Latihan
Penanganan Awal Korban Lakalantas Sangat Penting, Seluruh Anggota Lantas Diberi Pemahaman & Latihan
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Fenty Lilian Ariani
NEGARA, TRIBUN-BALI.COM - Satlantas Polres Jembrana menggelar pelatihan penanganan awal korban lakalantas di Aula kantor setempat, Rabu 10 Januari 2024.
Tujuannya adalah untuk meminimalisir dampak dari fatalitas korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) saat penanganan awal di TKP.
Kegiatan ini melibatkan seluruh personel Unit Laka di Polres jajaran atau di masing-masing Polsek yang ada di wilkum Jembrana.
Selain itu, juga melibatkan pihak terkait seperti Dokkes BPBD juga dokter dari Dinas Kesehatan Jembrana.
Mereka diberikan materi mulai dari langkah dasar penanganan awal korban hingga soal bantuan hidup dasar (BHD).
Selain diberikan materi, para peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktek atau simulasi terkait penanganan awal kecelakaan di TKP. Para polisi didampingi oleh dokkes serta Dinas Kesehatan Jembrana.
Salah satunya adalah praktek RJP terhadap pasien yang henti jantung saat di TKP.
Kasat Lantas Polres Jembrana, AKP Yusuf Dwi Admodjo mengatakan, Kabupaten Jembrana merupakan salah satu wilayah yang menjadi penghubung Jawa dan Bali.
Apalagi pihak kepolisian tidak begitu memahami sehingga menggandeng pihak RSU Negara, Dinkes Jembrana serta Dokkes Polres Jembrana.
Baca juga: UPDATE Sopir Taksi Viral : Bukan Sajam! Sopir Taksi Ancam 2 WNA Penumpangnya dengan Kipas
"Kita libatkan semua anggota kita di Jembrana agar menjadi paham dan selanjutnya bisa dipraktekkan saat di lapangan," ungkap AKP Yusuf saat dikonfirmasi, Rabu 10 Januari 2023.
Kedepannya, kata dia, pihak kepolisian juga bakal melibatkan warga di Banjar yang ada.
Sebab, sebagian besar peristiwa lakalantas warga kerap lebih awal berada di TKP dan melakukan penanganan.
"Intinya adalah agar bisa meminimalisir fatalitas pasca kejadian atau peristiwa lakalantas di wilkum kita," tegasnya.
Perwakilan Bidang Pelayanan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dinas Kesehatan Jembrana, dr AA Ketut Oka Sedana mengatakan, kendala di Jembrana saat ini adalah belum adanya call center.
Namun begitu, ada aplikasi Jembrana Emergency Servise (JES) yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat ketika terjadi sesuath yang memerlukan penanganan gawat darurat, misalnya kecelakaan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.