Seputar Bali

Seluruh DTW Tahun Ini Diwajibkan Memiliki Balawista, Dispar: Menjamin Keselamatan Wisatawan

Dinas Pariwisata Buleleng mewajibkan seluruh Daya Tarik Wisata (DTW) untuk memiliki balawista atau lifeguard pada tahun ini

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ngurah Adi Kusuma
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dinas Pariwisata Buleleng mewajibkan seluruh Daya Tarik Wisata (DTW) untuk memiliki balawista atau lifeguard pada tahun ini. 

Hal ini dilakukan untuk menjamin keselamatan para wisatawan, sekaligus sebagai bentuk promosi. 

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng  Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, selama ini khususnya pada DTW bahari, sungai dan air terjun sebagian besar hanya memiliki pemandu wisata yang sekaligus berperan sebagai balawista. 

Hal ini lantas dinilai kurang efektif dalam menjaga keselamatan para wisatawan. 

Baca juga: Shortcut Canggu-Tibubeneng Rampung, Dishub Badung Uji Coba MRLL Selama Sebulan

Untuk itu  tahun ini pihaknya mewajibkan agar seluruh DTW memiliki balawista, yang jumlahnya disesuaikan dengan rasio dari DTW itu sendiri.

"Jadi sekarang pemandu wisata khusus memandu saja,”

“Sementara di setiap objek wisata seperti air terjun misalnya ada atraksi water sliding dan water jumping,”

“Harus ada standby lifeguard untuk mengawasi. Sehingga keselamatan wisatawan terjamin, sekaligus sebagai promosi sehingga wisatawan tidak perlu ragu untuk datang ke Buleleng," terangnya. 

Sementara untuk DTW yang tidak masuk dalam objek retribusi seperti Pantai Kerobokan, Pantai Penimbangan hingga Pantai Eks Pelabuhan Buleleng, Balawistanya akan disediakan sendiri oleh Dinas Pariwisata Buleleng. 

Baca juga: Dahan Pohon Beringin Sakral Patah di Pura Dalem Jungutbatu, Gapura Hingga Wantilan Rusak

"DTW yang tidak masuk dalam objek retribusi nanti kami sendiri yang menyediakan Balawistanya, melalui belanja jasa. Bukan tenaga kontrak melainkan outsourcing," katanya. 

Sejauh ini kata Dody, di Buleleng baru tersedia 120 balawista yang memiliki kompetensi tingkat dasar. 

Pihaknya pun akan meningkatkan lisensi balawista tersebut agar memiliki sertifikat keahlian, melalui anggaran DAK fisik. 

Selain itu, pihaknya juga akan mengukuhkan kepengurusan balawista tingkat kabupaten. 

Sementara sekretariatnya dirancang di wilayah Lovina. 

Baca juga: Usulan Tenaga Teknis di Bangli Belum Terisi, Tak Ada Rekrutmen CPNS Padahal Sudah Diajukan dari 2022

Pengurus balawista tingkat kabupaten ini nantinya bertugas memberikan pelatihan-pelatihan kepada balawista yang ada di masing-masing DTW

"Setelah kepengurusan tingkat kabupaten dikukuhkan, kami akan siapkan pembiayaan-pembiayaan yang dibutuhkan oleh balawista kabupaten ini,”

“Sementara untuk balawista yang ada di masing-masing DTW bisa digaji melalui tiketing dari DTW itu sendiri," tandasnya. (rtu)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved