Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Klungkung

Perajin Dituntut Terus Berinovasi, Ditengah Sepinya Order Lukisan Wayan Kamasan

Perajin Dituntut Terus Berinovasi, Ditengah Sepinya Order Lukisan Wayan Kamasan

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Fenty Lilian Ariani
Eka Mita Suputra
Perajin Lukisan Kadek Nata sedang melukis Wayang Kamasan. Wisatawan semakin jarang ke Desa Kamasan, mereka terus berinovasi untuk dapat menjual berbagai produk lukisan Wayang Kamasan. 

SEMARAPURA,TRIBUN-BALI.COM - Pandemi Covid-19 telah berlalu, namun dampaknya masih dirasakan oleh para perajin lukisan Wayang Kamasan.

Pasca pandemi, semakin jarang wisatawan datang ke Desa Kamasan untuk mencari lukisan.

Para perajin dituntut berinovasi, agar tetap bisa meraup penghasilan dari Seni Wayang Kamasan.

I Kadek Nata asal Banjar Sangging, menjadi satu diantara beberapa warga di Desa Kamasan yang masih bertahan menjadi seorang pelukis Wayang Kamasan.

Namun ia mengaku khwatir dengan kondisi saat ini. Sebelum pandemi Covid-19, lukisan Wayang Kamasan masih menjadi incaran wisatawan.

Bahkan ada saja wisatawan yang sengaja singgah ke Desa Kamasan, untuk membeli lukisan.

Namun Pandemi Covid-19, justru semakin jarang ada wisatawan yang singgah ke Desa Kamasan.

"Padahal  nama Desa Kamasan sudah dikenal kalangan wisatawan mancanegara," ujar Wayan Nata, Jumat, 12 Januari 2024.

Baginya, kondisi saat ini lebih lesu dari Pandemi Covid-19. Parahnya lagi menjelang libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2024, sama sekali tidak ada wisatawan singgah ke Desa Kamasan.  

Baca juga: BREAKING NEWS : Geger, 2 Mayat Pria dan Wanita di Pantai Gunaksa Klungkung

Baca juga: Pastikan LRT Terealisasi, Giri Prasta : Tim dari Badung dan Menhub Sudah Meninjau ke Korea


Padahal promosi yang dilakukan pemerintah daerah sudah cukup gencar.

Begitu pula, Desa Kamasan sudah sejak lama ditetapkan sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Klungkung

“Setelah Covid-19 berlalu justru jauh lebih sepi. Tahun baru malah sama sekali tidak ada tamu manca negara,” tandas Kadek Nata.

Nata menduga pemandu wisatawan enggan mengarahkan tamunya mampir ke Desa Kamasan.

Padahal pemerintah telah membuat konsep City Tour Kota Semarapura, yang menyertakan Desa Kerta Gosa sebagai salah satu  tujuan wisatawan saat berkunjung ke Klungkung.

"Mungkin guide (pemandu wisata) enggan mengarahkan tamunya ke sini. Kalaupun ada yang berkunjung ke Kerta Gosan tapi tidak sampai ke Kamasan," keluhnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved