Viral Bule Pukul Pria di Vila Kemenuh
Komentar Cok Ace Soal Kasus Viral Bule Pukul Satpam di Kemenuh, Sudah Sangat Kebablasan
Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace juga menyoroti kualitas turis yang kini berlibur ke Bali
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ngurah Adi Kusuma
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kerap ditemukannya wisatawan mancanegara yang berulah saat berlibur di Bali, sebagai cermin dari mulai terdegradasinya pariwisata Bali.
Bahkan DPR RI, I Nyoman Parta secara tegas menyebutkan bahwa Bali saat ini hanya dikunjungi wisatawan tak beretika dan tak berduit.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace juga menyoroti kualitas turis yang kini berlibur ke Bali.
Pria yang pernah menjabat Wakil Gubernur Bali dan Bupati Gianyar itu menyebut kondisi ini terjadi karena berbagai faktor.
Baca juga: Penjelasan Pasal 281 Ayat 1, Pasal yang Dipakai Jokowi Memihak Salah Satu Paslon di Pilpres 2024
Namun dua faktor utamanya adalah keamanan dan ketatnya persaingan antar investor di bidang pariwisata.
Dari segi keamanan dan kenyamanan, tokoh Puri Agung Ubud tersebut menilai, keamanan di Bali untuk wisatawan, terutama wisatawan asing sudah berada pada level tertinggi.
Baik pengamanan dari penegak hukum maupun keamanan yang diberikan oleh masyarakat sekitar.
Kondisi tersebut membuat wisatawan merasa sangat aman berada di Bali. Namun hal tersebut tak hanya direspon positif oleh turis.
Namun beberapa dari mereka justru menilai keamanan dan kenyamanan yang ditawarkan Bali terhadap mereka, sebagai suatu respon bahwa Bali sangat membutuhkan mereka.
Baca juga: BREAKING NEWS! Gibran ke Bali Lagi, Temui Influencer Hingga Gelar Bersih-Bersih Pantai di Sanur
Kondisi tersebut menyebabkan di antara mereka menjadi bertingkah kebablasan.
"Faktor pendorong terjadinya beberapa peristiwa yang menyangkut keamanan dan kenyamanan wisatawan di Bali,”
“Pertama adanya beberapa wisatawan yang ingin mendapat kebebasan selama berlibur di Bali yang akhirnya kebablasan," ujar Cok Ace, Kamis 25 Januari 2024.
Sementara untuk faktor kedua yaitu persaingan investasi. Menurut Cok Ace, bisnis pariwisata di Bali sudah sangat kebablasan.
Dimana saat ini, pertumbuhan akomodasi pariwisata hampir terlihat di semua wilayah, meskipun kawasan tersebut tidak masuk dalam zona pariwisata.
Kondisi tersebut tak terlepas dari kurangnya keterlibatan asosiasi-asosiasi terkait dalam proses perizinan.
Baca juga: Meresahkan Masyarakat, Puluhan Knalpot Brong Diamankan Satlantas Polres Karangasem
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.