Cuaca Bali

Pucak Hujan di Bali Terjadi di Januari-Februari 2024, Ini Himbauan BBMKG Wilayah III Denpasar

BBMKG Wilayah III Denpasar menyampaikan bulan Januari hingga Februari 2024 menjadi puncak musim hujan di wilayah Provinsi Bali. 

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
freepik
Ilustrasi hujan - 16 Arti Mimpi Hujan, Pertanda Harapan Hingga Kebahagiaan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Kelompok Kerja Meteorologi BBMKG Wilayah III, I Nyoman Gede Wiryajaya menyampaikan bulan Januari hingga Februari 2024 menjadi puncak musim hujan di wilayah Provinsi Bali. 

Seperti diketahui, beberapa hari ini intensitas hujan di Bali mulai meningkat, bahkan dampaknya mengakibatkan banjir di beberapa titik di Kota Denpasar hingga musibah 12 petani di Jembrana tersambar petir. 

"Saat ini wilayah Bali memasuki musim penghujan, setiap 10 hari merilis update evaluasi mengenai musim hujan, sekarang ini sudah memasuki  musim hujan yang sebelumnya diprediksi puncaknya Januari-Februari ini, mulai kenceng, rilis temen-temen BPBD banyak sekali kejadian pohon tumbang artinya mulai ke puncak," ujar Wiryajaya.

Baca juga: Buleleng Masuk Puncak Musim Hujan, Banjir Rendam Jalan Raya Desa Sanggalangit

Dia menjelaskan, bahwa prakiraan cuaca dihitung per September awal musim hujan dan Maret sebagai awal musim kemarau.

Namun, puncak musim hujan di Bali baru terjadi pada bulan Januari-Februari dikarenakan faktor El Nino sekaligus memangkas panjang masa musim hujan

"Karena fenomena El Nino itu yang dia sampai pada level moderat, kemarin pada pekan-pekan kemarin menguat, sehingga awal musim hujan banyak yang mundur 10 - 40 hari, ada yang September mundur jadi Oktober, panjang musim hujan tahun ini semakin pendek dari kondisi normalnya," jelasnya. 

Untuk wilayah Bali, dikatakan Wiryajaya, curah hujan tertinggi terdapat di daerah Bali bagian Tengah.

Banjir merendam Jalan Raya Banjar Dinas Kayuputih, Desa Sanggalangit, Sabtu 27 Januari 2024 - Buleleng Masuk Puncak Musim Hujan, Banjir Rendam Jalan Raya Desa Sanggalangit
Banjir merendam Jalan Raya Banjar Dinas Kayuputih, Desa Sanggalangit, Sabtu 27 Januari 2024 - Buleleng Masuk Puncak Musim Hujan, Banjir Rendam Jalan Raya Desa Sanggalangit (Istimewa)

"Biasanya curah hujan tinggi di Bali bagian tengah, daerah perbukitan, seperti Wanagiri, Besakih, untuk Denpasar dan Badung sampai sekarang hujan tidak begitu banyak, pengaruh El Nino," tuturnya.

Masyarakat Dihimbau Tetap Waspada

Kendati begitu, pihaknya meminta masyarakat untuk tetap waspada berhati-hati terhadap bencana Hidrometeorologi.

"Tetap waspada, apabila ada pergerakan signifikan BMKG pasti memberikan informasi update, kami imbau masyarakat agar berhati-hati dengan bencana hidrometeorologi," bebernya. 

Wirya memaparkan bahwa kategori prakiraan curah hujan di seluruh wilayah Provinsi Bali untuk bulan Februari 2024, dibagi dalam beberapa kategori yakni dengan intensitas curah hujan 151-200 mm, 201-300 mm, 301 - 400 mm, 401-500 mm dan di atas 500 mm.

Adapun kecamatan dengan intensitas curah hujan 151-200 m di wilayah Melaya (Jembrana), 201-300 mm di wilayah Kuta dan Kuta Selatan (Badung), Selemadeg (Tabanan), Denpasar Timur; Banjarangkan, Klungkung, Dawan, Nusa Penida (Klungkung); Kubu, Manggis (Karangasem), Negara, Mendoyo, Pekutatan (Jembrana); Sukawati (Gianyar), sebagian kecil wilayah Sukasada, Kubutambahan, Gerokgak, Seririt (Buleleng).

Daerah dengan intensitas curah hujan 301-400 mm, terjadi di wilayah Petang, Mengwi, Abiansemal (Badung); Denpasar Barat, sebagian besar wilayah Tejakula (Buleleng), Bangli, Susut (Bangli), Banjar, Busungbiu (Buleleng), Sebagian terjadi di Sukawati, Payangan, Tampaksiring (Gianyar);Baturiti, Penebel, Kerambitan, Pupuan (Tabanan), Rendang, Abang, Sidemen, Bebandem, Selat (Karangasem).

Baca juga: Hujan Belum Mampu Padamkan Kebakaran di TPA Sente

Sedangkan wilayah yang memiliki intensitas curah hujan 401-500 mm di wilayah Rendang (Karangasem). Sebagian kecil terjadi di Kintamani (Bangli), Tejakula, Kubutambahan, Busung Biu, Banjar (Buleleng), baturiti, pupuan (Tabanan) dan di atas 500 mm sebagian besar terjadi di wilayah Sukasada (Buleleng) dan sebagian kecil terjadi di  Baturiti (Tabanan).

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved