Berita Bali

Hujan di Bali Diprediksi Hingga Maret 2024, Kadis DLHK Ungkap Potensi Masalah

Hujan di Bali Diprediksi Hingga Maret 2024, Kadis DLHK Ungkap Potensi Masalah

Istimewa
Penanganan pohon tumbang oleh BPBD Tabanan di Jalan Nasional Singaraja-DenpasarBanjar Sekargula, Desa Mekarsati Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan, Kamis 25 Januari 2024 - Akibat Angin Kencang dan Hujan Deras, Pohon Trembesi Tumbang di Tabanan, Kadek Adi Alami Luka-Luka 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali prediksi musim hujan di Bali akan berlangsung hingga Bulan Maret 2024 mendatang.

Meningkatnya curah hujan tentunya akan membawa masalah salah satunya sampah. Kepala Dinas DKLH Bali, I Made Teja mengarahkan untuk wilayah desa agar melakukan antisipasi hingga ke tingkat rumah tangga.

“Pengalaman saya begitu kalau Februari hujan sampah akan cukup banyak. Tafsiran saya mundur ini sampai Maret ada masalah,” katanya saat diwawancara di Kantor Gubernur, Denpasar, Senin 29 Januari 2024. 

Baca juga: Soal Lonjakan Harga Beras, Dewan Gianyar :Ini Sebuah Kegagalan Pemerintah Pusat

Lebih lanjutnya ia mengatakan antisipasi salah satunya terkait pohon tumbang. Pihaknya menyampaikan, telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mengambil langkah percepatan.

Begitu juga membentuk tim antisipasi. Sementara untuk penanganan bencana sudah berkoordinasi dengan OPD terkait.

Seperti sarana-sarana peralatan berat yang sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Koordinasi dan antisipasi ini dikatakannya sudah berlangsung sejak Desember 2023 lalu.

Baca juga: Berkat JKN, Kontrol Rutin Anak Jadi Lancar

Sementara terkait kejadian hujan lebat dua hari lalu, menurut Made Teja, awal Januari sudah dilakukan pembersihan got-got oleh tim di PUPR.

Tetapi, diakuinya, tak dapat dipungkiri hujan lebat dua hari lalu cukup berdampak lantaran sungai dan got-got tertutup sampah.

“Di laporan kebencanaan ke saya tidak begitu banyak ya, masih bisa ditangani mungkin PUPR melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota beberapa titik saja sudah dilakukan pembersihan diangkut sampahnya. Yang di daerah Bali Selatan saja kemarin hujannya lebat. Di hilirnya sudah dilakukan, mereka juga sudah melakukan gerakan bersih-bersih dengan Pak Gubernur (tempo hari),” jelasnya.

Selanjutnya, ungkap dia, antisipasi akan tetap dilakukan percepatan dan pemantauan di lapangan, khususnya di bulan Februari mendatang. 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved