Berita Bali

Nyepi Beririsan dengan Awal Ramadan, MUI dan PHDI Bali Sepakat Jalankan Seruan Bersama

Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 7 Tahun 2023 tanggal 24 Oktober 2023 tentang Hari Libur Nasional, Cuti Bersama

Instagram @smahendrajaya89
Sang Made Mahendra Jaya, PJ Gubernur Bali mengeluarkan Surat Edaran terkait Nyepi dan Ramadan yang berjalan beririsan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 7 Tahun 2023 tanggal 24 Oktober 2023 tentang Hari Libur Nasional, Cuti Bersama dan Dispensasi Hari Raya Suci Hindu di Bali Tahun 2024.

Surat edaran tersebut terkait dengan Seruan Bersama tentang Pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946 yang jatuh, Senin (11/3) mendatang.

Baca juga: Hari Raya Nyepi 2024 Bersamaan dengan Awal Ramadhan 1445 H, Ini Seruan dari Pemprov Bali

Dalam surat edaran tersebut Pj Gubernur Bali, Sang Made Mahendra menyampaikan beberapa poin saat Hari Nyepi berlangsung di Bali, di antaranya umat Hindu melaksanakan rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946 yang meliputi Malis, Pangerupukan, Sipeng (Catur Bratha Panyepian) dan Ngembak Geni dengan khidmat dan khusyuk.

Penyedia jasa transportasi (darat, laut dan udara) tidak diperkenankan beroperasi selama pelaksanaan Hari Suci Nyepi, Senin (11/3) pukul 06.00 Wita sampai Selasa (12/3) pukul 06.00 Wita.

Baca juga: BREAKING NEWS: Surat Edaran Nyepi 2024 Terbit, Bersamaan Dengan Awal Ramadhan

Demikian juga lembaga penyiaran radio dan lembaga penyiaran televisi tidak diperkenankan bersiaran saat itu.

Termasuk penyedia (provider) jasa seluler untuk mematikan data seluler dan seluruh penyedia jasa televisi untuk tidak mendistribusikan siaran, di saat bersamaan.

Masyarakat tidak diperkenankan bepergian/keluar rumah, menyalakan petasan/mercon, pengeras suara, bunyi-bunyian, lampu penerangan serta sejenisnya yang sifatnya mengganggu kesucian Hari Suci Nyepi dan membahayakan ketertiban umum, kecuali untuk kepentingan umum dan kedaruratan yang nantinya akan diatur oleh lembaga/instansi terkait. Penyedia jasa akomodasi, jasa hiburan dan tempat wisata di Bali tidak boleh mempromosikan usahanya dengan branding Hari Suci Nyepi.

Baca juga: Nyepi 2024 Diperkirakan Berbarengan dengan Awal Ramadhan 1445 H, MUI Bali Akan Lakukan Sosialisasi

Karena Hari Suci Nyepi diperkirakan bersamaan dengan awal Ramadan 1445 Hijriyah, maka umat Islam diimbau melaksanakan salat tarawih di rumah ibadah terdekat dengan berjalan kaki atau di rumah masing-masing dan tidak menggunakan pengeras suara serta dengan menggunakan lampu penerangan yang terbatas. Umat lain melaksanakan ibadah di rumah masing-masing.

Prajuru Desa Adat menugaskan Pacalang dalam mengamankan rangkaian Hari Suci Nyepi di wilayahnya masing-masing dengan tegas dan humanis, berkoordinasi dengan aparat keamanan terkait.

Baca juga: Pemkab Jembrana Serahkan BKK ke Desa Adat, Dua Ekor Babi dan 200 Kilogram Beras Sambut Nyepi

Majelis-majelis agama dan lembaga sosial keagamaan serta instansi terkait agar menyosialisasikan seruan ini kepada seluruh umat beragama di Bali. Seluruh masyarakat wajib menaati seruan bersama ini.

Diperkirakan, nyepi akan beririsan dengan pelaksanaan awal Ramadan 1445 hijriah yang kemungkinan jatuh pada, Selasa (12/3).

Terkait hal itu, sudah dikeluarkan Seruan Bersama Tentang Pelaksanaan Rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946. Seruan bersama ini ditandatangani FKUB Bali, Kakanwil Kemenag Provinsi Bali, dan diketahui Kapolda Bali, Pj Gubernur Bali dan Komandan Korem 163/WSA.

Baca juga: Nyepi 2024 Diperkirakan Berbarengan dengan Awal Ramadhan 1445 H, MUI Bali Akan Lakukan Sosialisasi

Seruan bersama ini tertanggal 2 Februari 2024. Ada 10 poin yang diatur dalam seruan bersama tersebut. Salah satunya yakni tentang Hari Suci Nyepi yang diperkirakan bersamaan dengan awal Ramadan 1445 Hijriyah.

Dalam seruan bersama itu disebutkan Umat Islam melaksanakan salat tarawih di rumah ibadah terdekat dengan berjalan kaki atau bisa juga di rumah masing-masing dan tidak menggunakan pengeras suara serta dengan menggunakan lampu penerangan yang terbatas.

Terkait hal itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali, KH Mahrusun Hadiono, mengatakan hal itu bukan pertama terjadi. Saat Nyepi tahun 2023 bahkan puasa pertama bulan Ramadan bertepatan dengan Nyepi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved